Kredit Foto: Muhammad Farhan Shatry
Kenaikan harga ayam dan telur kembali menjadi sorotan setelah aktivitas sekolah kembali normal dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan lagi.
Di tengah kekhawatiran masyarakat soal lonjakan harga pangan, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman buka suara dan menyebut ada faktor besar yang ikut mendorong meningkatnya permintaan.
Menurut Amran, Program MBG menjadi penyerap utama hasil produksi petani dan peternak. Karena itu, kenaikan permintaan dinilai sebagai konsekuensi dari meningkatnya kebutuhan pangan untuk memenuhi program tersebut.
"MBG adalah off taker untuk produksi-produksi pertanian 160 juta petani, peternak, pekebun yang menjadi off taker mereka. MBG adalah off taker-nya komoditas pertanian," kata Amran di kantornya, Senin (27/7/2026).
Ia menjelaskan, keberadaan MBG memberikan kepastian pasar bagi berbagai komoditas pertanian, termasuk ayam dan telur. Dengan adanya pembelian dalam jumlah besar, hasil produksi petani dan peternak dinilai memiliki pasar yang lebih terjamin.
Baca Juga: Tak Terima Dipenjara, Eks Waka BGN Minta Hakim Batalkan Status Tersangka di Korupsi MBG
Amran juga mengungkapkan bahwa kenaikan harga ayam dan telur telah dilaporkan oleh Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (PINSAR). Laporan tersebut menunjukkan harga kedua komoditas peternakan itu mulai bergerak naik dalam sepekan terakhir.
Meski demikian, pemerintah berupaya memastikan pergerakan harga tetap terkendali agar tidak merugikan peternak maupun masyarakat.
"Kami juga tadi pagi-pagi bersama Kepala BGN, kita sudah sepakat menjaga harga komoditas pertanian khususnya ayam dengan telur. Jadi nanti dikontrol harganya tidak boleh di bawah HPP," ujar dia.
Amran mengatakan, Kementerian Pertanian bersama Badan Gizi Nasional (BGN) telah menyepakati mekanisme pengawasan harga ayam dan telur. Harga pembelian pemerintah (HPP) yang disepakati berada di kisaran Rp25.000 per kilogram untuk ayam dan Rp26.500 per kilogram untuk telur.
Menurutnya, pengawasan harga tersebut akan dilakukan langsung oleh BGN tanpa melibatkan Satgas Pangan.
Selain menjaga stabilitas harga, pemerintah juga ingin mengubah pola pengadaan bahan pangan untuk kebutuhan MBG. Amran meminta dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membeli ayam dan telur langsung dari peternak sehingga rantai distribusi menjadi lebih pendek.
"Ini harus SPPG atau dapur-dapurnya itu bila perlu langsung saja ke peternak. Dan itu nanti ditugaskan, dan tidak boleh ada lagi yang main-main," ucap Amran.
Langkah tersebut diharapkan tidak hanya menjaga harga tetap stabil, tetapi juga memastikan peternak memperoleh harga yang layak sekaligus memperkuat pasokan pangan untuk mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: