Elektabilitas Moncer Melewati Prabowo, Dedi Mulyadi Disebut Dikucilkan Partainya Sendiri
Kredit Foto: Biro Adpim Setda Pemdaprov Jabar
Kritikus media sosial Denny Siregar mengaku prihatin terhadap kondisi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang tengah menghadapi dilema.
Namanya terkenal dan secara elektabilitas tinggi, tapi justru mengalami penguncilan di partainya sendiri. Setelah berhasil menyalip Presiden Prabowo Subianto dalam survei elektabilitas SMRC, Dedi justru dinilai mulai dijauhi kader partainya sendiri.
"Kasian Dedi Mulyadi dia diadu-adu sama Prabowo yang notabene pemimpinnya di Gerindra. Ya akhirnya pelan-pelan dijauhin sama kader partainya sendiri. Bisa gak sih, fokus pada apa yang dikerjakan bukan siapa,” kata Denny Siregar.
Dedi Mulyadi merupakan kader Partai Gerindra, sementara Prabowo adalah Ketua Umum partai tersebut.
Sebelumnya, SMRC merilis survei periode 5–19 Juli 2026. Dalam simulasi semi-terbuka, Dedi Mulyadi mencatat elektabilitas tertinggi 35 persen, disusul Prabowo Subianto 14,5 persen.
Direktur Eksekutif SMRC Deni Irvani menilai temuan ini menarik. “Ini menarik karena Prabowo, sebagai petahana yang belum lama memenangkan pemilihan presiden, tapi elektabilitasnya melemah begitu kuat,” katanya, Rabu (29/7/2026).
Berikut 11 besar bursa capres versi SMRC Juli 2026:
1. Dedi Mulyadi – 35,0%
2. Prabowo Subianto – 14,5%
3. Anies Baswedan – 8,2%
4. Gibran Rakabuming Raka – 7,7%
5. Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) – 4,9%
6. Ganjar Pranowo – 4,2%
7. Mahfud MD – 4,0%
8. Puan Maharani – 1,3%
9. Sherly Tjoanda Laos – 1,2%
10. Purbaya Yudhi Sadewa – 1,1%
11. Surya Paloh – 1,0%
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat