Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Komut Pertamina Tinjau Terminal Tanjung Sekong, Hub LPG yang Pasok Hingga 40% Kebutuhan Nasional

Komut Pertamina Tinjau Terminal Tanjung Sekong, Hub LPG yang Pasok Hingga 40% Kebutuhan Nasional Kredit Foto: Pertamina
Warta Ekonomi, Jakarta -

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, memastikan keandalan pasokan liquefied petroleum gas (LPG) nasional melalui kunjungan Management Walk Through (MWT) ke Terminal LPG Tanjung Sekong, Cilegon, Banten. Terminal yang menjadi hub penyimpanan LPG terbesar di Indonesia itu memasok sekitar 35-40% kebutuhan LPG nasional.

Dalam kunjungan pada Rabu (29/7/2026), Iriawan meninjau kesiapan operasional terminal yang berstatus Objek Vital Nasional tersebut guna memastikan distribusi energi tetap berjalan lancar untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, UMKM, hingga industri.

Terminal LPG Tanjung Sekong menyalurkan pasokan ke 63 kabupaten dan kota yang mencakup wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Sumatera Selatan.

Komut Pertamina menegaskan bahwa keberadaan terminal tersebut memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan energi nasional karena LPG merupakan kebutuhan pokok masyarakat sekaligus penopang aktivitas ekonomi.

"LPG memastikan dapur-dapur rumah tangga para ibu terus mengepul, UMKM terus berproduksi menggerakkan ekonomi lokal, dan industri nasional memiliki kepastian pasokan energi. Tanpa kerja keras di sini, denyut aktivitas ribuan masyarakat bisa terhenti," ujar Iriawan.

Dalam arahannya kepada jajaran operasional, Iriawan menekankan tiga prioritas utama. Pertama, penerapan budaya Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) secara disiplin, termasuk penerapan Stop Work Authority (SWA) apabila ditemukan potensi bahaya di area kerja.

Kedua, ia mendorong percepatan upaya dekarbonisasi melalui pemanfaatan energi bersih. Salah satunya dengan menjajaki kerja sama bersama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) untuk penggunaan hidrogen hijau berbasis panas bumi sebagai sumber energi operasional terminal.

Ketiga, Pertamina memperkuat digitalisasi dan efisiensi rantai pasok melalui pemantauan stok secara real-time serta optimalisasi waktu sandar kapal guna menjaga kelancaran distribusi LPG dan mengantisipasi potensi gangguan pasokan.

Baca Juga: Pertamina Perkuat Keandalan Distribusi Energi di Gerbang Jawa-Sumatra

Baca Juga: Pertamina Genjot Kapabilitas SDM Demi Transformasi Bisnis Berkelanjutan

Menurut Iriawan, penguatan aspek keselamatan, transisi energi, dan digitalisasi menjadi fondasi penting bagi Pertamina dalam menjaga keandalan pasokan energi nasional.

"LPG memastikan dapur-dapur rumah tangga para ibu terus mengepul, UMKM terus berproduksi menggerakkan ekonomi lokal, dan industri nasional memiliki kepastian pasokan energi. Tanpa kerja keras di sini, denyut aktivitas ribuan masyarakat bisa terhenti," tegasnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra

Tag Terkait: