Bos BGN Pastikan Kepala Dapur MBG SMKN 6 Semarang Dicopot, Imbas Kasus Keracunan Ratusan Siswa
Kredit Foto: Dok. BGN
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memastikan kepala dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMKN 6 Semarang resmi diberhentikan. Keputusan itu diambil menyusul kasus dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan siswa di sekolah tersebut.
Sudaryono mengatakan pencopotan kepala dapur Semarang merupakan bagian dari evaluasi nasional terhadap pengelola dapur MBG. Secara keseluruhan, BGN telah memberhentikan 137 kepala dapur di berbagai daerah karena berbagai pelanggaran.
"Per hari ini, saya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional telah mencopot 137 kepala dapur di seluruh Indonesia," kata Sudaryono dalam keterangan video yang diterima, Senin (3/8/2026).
Ia menjelaskan, lima kepala dapur yang dicopot berasal dari Jawa Tengah. Salah satunya merupakan kepala dapur yang menangani distribusi MBG di SMKN 6 Semarang.
"Termasuk kepala dapur lima itu yang kemarin dapurnya di Semarang yang menimbulkan keracunan di SMK Negeri 6 Semarang," ujarnya.
Kasus di Semarang menjadi salah satu alasan BGN mengambil tindakan tegas terhadap pengelola dapur MBG. Menurut Sudaryono, lembaganya tidak akan memberikan toleransi terhadap kejadian yang membahayakan keselamatan penerima manfaat program.
Selain kasus keracunan, BGN juga menemukan berbagai bentuk pelanggaran lain yang dilakukan kepala dapur MBG. Beberapa di antaranya berkaitan dengan dugaan penyalahgunaan anggaran hingga pengelolaan dana yang dinilai tidak sesuai prosedur.
Sudaryono mengungkapkan terdapat kepala dapur yang mengaku menjadi korban penipuan atau scam saat memiliki kewenangan mencairkan dana operasional. Kasus semacam itu juga berujung pada pemberhentian dan penghentian sementara operasional dapur.
Baca Juga: Pasca-Putusan MK, BGN Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Tetap Berjalan
"Tindakan disiplin ini diberhentikan indisipliner ada kasus keracunan, kemudian ada yang phishing, phishing itu dia berwenang mencairkan uang tapi kemudian mengaku kena scam, kemudian uangnya hilang, ini kami berhentikan, dan dapurnya kami suspend," jelasnya.
Ia menegaskan seluruh kasus tersebut akan ditindak tanpa pandang bulu. Menurutnya, BGN menerapkan kebijakan zero tolerance terhadap pelanggaran yang berpotensi merugikan masyarakat maupun negara.
Sudaryono juga memastikan pengawasan terhadap seluruh dapur MBG akan diperketat. BGN tengah menyiapkan mekanisme kontrol baru agar potensi penyimpangan dapat dicegah sejak dini.
"Yang jelas kami zero tolerance pada keracunan, zero tolerance terhadap tindakan korupsi, 'hengki-pengki', ngentit uang, itu kita zero tolerance dan kami telah siapkan suatu sistem mekanisme di mana trust is good but control is better," tegas Sudaryono.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama
Tag Terkait: