Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

FIFA Batal 'Obral' Saham Sepak Bola, UEFA dan AFC Beri Respons

FIFA Batal 'Obral' Saham Sepak Bola, UEFA dan AFC Beri Respons Kredit Foto: FIFA
Warta Ekonomi, Jakarta -

Rencana Presiden FIFA Gianni Infantino untuk membentuk lembaga baru yang mengelola hak komersial kompetisi utama FIFA, termasuk Piala Dunia, resmi kandas setelah menuai penolakan luas. Keputusan FIFA membatalkan pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE) pun disambut positif oleh Konfederasi Sepak Bola Eropa (UEFA) dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).

Bagi kedua konfederasi tersebut, batalnya pembentukan FFE menjadi kemenangan bagi tata kelola sepak bola dunia. Sebelumnya, gagasan tersebut memicu penolakan dari berbagai pihak, mulai dari konfederasi, klub, hingga kelompok suporter.

FFE dirancang sebagai lembaga yang akan mengelola hak komersial kompetisi utama FIFA. Namun, rencana tersebut juga dikaitkan dengan wacana penjualan saham kompetisi-kompetisi bergengsi FIFA, termasuk Piala Dunia, kepada investor swasta.

Presiden AFC Shaikh Salman bin Ebrahim Al Khalifa menegaskan bahwa arah masa depan sepak bola dunia tidak boleh ditentukan secara sepihak.

"Masa depan sepak bola dunia harus selalu dibentuk melalui konsultasi yang tepat, dialog kolektif, dan penghormatan terhadap struktur tata kelola," ujarnya dalam keterangan, Sabtu (1/8/2026).

Senada dengan AFC, UEFA menilai batalnya rencana tersebut menjadi bukti bahwa sepak bola tidak dapat diperlakukan sebagai komoditas yang diperjualbelikan.

Alih-alih membentuk entitas baru dan memindahkan kepemilikan aset turnamen, UEFA mengusulkan agar dukungan pendanaan bagi asosiasi anggota tetap dimaksimalkan melalui program FIFA Forward yang selama ini sudah berjalan.

Baca Juga: Aktif Kritik Isu Gaza, Israel Mulai Usik Spanyol Lewat Krisis Ceuta

Meski FIFA telah menarik usulan pembentukan FFE, UEFA dan AFC belum menganggap persoalan selesai. Kedua konfederasi sepakat untuk terus mencermati kemungkinan munculnya kembali kebijakan serupa di masa mendatang.

UEFA dan AFC juga mendesak FIFA agar setiap kebijakan strategis yang berdampak terhadap sepak bola global dibahas secara terbuka, transparan, serta melibatkan seluruh pemangku kepentingan sebelum diputuskan. Dengan sikap tersebut, kedua konfederasi menegaskan pentingnya menjaga tata kelola sepak bola dunia tetap berada di bawah mekanisme konsultasi kolektif, bukan semata-mata pertimbangan komersial.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat