Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional 27 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Provinsi Banten. Kebijakan itu diambil karena ditemukan berbagai persoalan, mulai dari infrastruktur hingga instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) yang tidak memenuhi standar.
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Wilayah Jakarta-Banten, Ida Wahyuni, mengatakan setiap SPPG memiliki tingkat pelanggaran yang berbeda. Karena itu, waktu perbaikan yang diberikan juga disesuaikan dengan tingkat kekurangan masing-masing.
"Ada 27 yang di suspend, beragam (penyebabnya). Ada yang mungkin infrastrukturnya kurang, ada yang memang kekurangan minor, ada yang kekurangan mayor," kata Ida di Serang, Selasa (4/8/2026).
Ida menjelaskan seluruh SPPG yang dihentikan sementara kini sedang menjalani proses perbaikan sesuai target yang ditetapkan BGN. Jika perbaikan tidak dilakukan hingga batas waktu yang diberikan, operasional dapur akan dihentikan secara permanen.
"Kalau misalnya minor bisa lebih cepat, kalau dia kerusakan fasilitas yang diperbaiki yang diminta mayor lebih banyak. Tentu waktunya akan diberikan juga oleh BGN. Jika tidak diperbaiki di suspend permanen," ujar dia.
Ia juga mengakui sudah ada SPPG di Banten yang ditutup secara permanen. Namun, Ida mengaku belum menerima daftar lokasi dapur yang dikenai sanksi tersebut.
"Sudah ada (suspend permanen) kemarin kan yang laporan dari Pak Kepala BGN sudah ada. Tapi untuk nama-namanya kami belum pegang," kata Ida.
Menurut Ida, BGN kini memperketat pengawasan terhadap seluruh SPPG untuk memastikan kualitas makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap terjaga. Langkah itu dilakukan agar seluruh penerima manfaat memperoleh makanan yang aman dan memenuhi standar gizi.
"Tapi semua itu berproses untuk diperbaiki. BGN dalam hal ini memperketat semuanya ini untuk terjaminnya penerima manfaat, menerima program ini dalam keadaan baik semua," ujar dia.
Ida menyebut saat ini telah berdiri 1.403 dapur MBG di berbagai daerah. Dari jumlah tersebut, sekitar 700 dapur telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Baca Juga: BGN Pastikan Program MBG Tetap Jalan, Putusan MK Hanya Ubah Skema Anggaran
Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni menegaskan tujuanutama program MBG adalah memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, terutama anak-anak. Menurutnya, program tersebut bukan sekadar menyediakan makanan gratis.
"Program makan enak atau banyak gratis, tetapi Program Makan Bergizi. Yang ingin kita capai adalah pemenuhan gizi yang seimbang bagi anak-anak sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia," kata Gubernur Banten Andra Soni.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy
Tag Terkait: