Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Gelombang Panas Ekstrem Sudah Telan 16 Orang Tewas di Korsel

Gelombang Panas Ekstrem Sudah Telan 16 Orang Tewas di Korsel Kredit Foto: Reuters/Heo Ran
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah Seoul menetapkan peringatan gelombang panas tingkat tertinggi setelah suhu ekstrem terus melanda Korea Selatan dan menyebabkan meningkatnya jumlah korban jiwa serta kerugian di sektor pertanian.

Badan Meteorologi Korea pada Selasa (4/8/2026) memperluas status peringatan gelombang panas serius ke wilayah timur laut dan barat laut Seoul. Dengan keputusan tersebut, seluruh wilayah ibu kota Korea Selatan kini berada dalam status peringatan gelombang panas tertinggi.

Peringatan ini diberlakukan ketika suhu maksimum yang dirasakan mencapai 38 derajat Celsius atau lebih, atau suhu maksimum aktual diperkirakan menyentuh 39 derajat Celsius di wilayah yang telah mengalami suhu di atas 35 derajat Celsius selama dua hari berturut-turut.

Sebelumnya, peringatan serupa telah diterapkan di sejumlah distrik di bagian tenggara dan barat daya Seoul. Gelombang panas berkepanjangan juga memicu status siaga di berbagai wilayah Provinsi Gyeonggi yang mengelilingi Seoul serta Provinsi Jeolla di bagian barat daya Korea Selatan.

Cuaca ekstrem tersebut turut meningkatkan jumlah korban akibat penyakit yang berkaitan dengan panas. Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) mencatat sebanyak 108 orang menjalani perawatan di unit gawat darurat pada Minggu (2/8) akibat gangguan kesehatan yang dipicu suhu tinggi.

Sejak sistem pemantauan cuaca panas mulai diterapkan pada 15 Mei 2026, jumlah kumulatif pasien yang mengalami gangguan kesehatan akibat gelombang panas telah mencapai 2.025 orang.

Sementara itu, jumlah korban meninggal akibat suhu ekstrem di Korea Selatan dilaporkan telah mencapai 16 orang.

Dampak gelombang panas juga dirasakan sektor peternakan. Hingga Minggu (2/8), sebanyak 432.450 hewan ternak dilaporkan mati akibat cuaca panas berkepanjangan, terdiri atas 28.194 ekor babi dan 404.256 unggas.

Pemerintah Korea Selatan terus mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas luar ruangan, menjaga asupan cairan, dan mewaspadai risiko penyakit akibat panas selama gelombang panas ekstrem masih berlangsung.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat