Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Heboh Dokter Tifa Temukan 'Dua Joko Widodo' di Tengah Penelusuran Ijazah Palsu

Heboh Dokter Tifa Temukan 'Dua Joko Widodo' di Tengah Penelusuran Ijazah Palsu Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Polemik dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) kembali memanas di tengah proses hukum yang masih berjalan.

Tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik, Tifauziah Tyassuma atau Dokter Tifa, mengaku telah melakukan pengkajian selama sekitar 450 hari dan mengklaim menemukan sejumlah hal yang menurutnya perlu ditelusuri lebih lanjut.

Menurut Dokter Tifa, salah satu dokumen yang akan menjadi bahan dalam proses persidangan adalah buku alumni yang disebutnya sebagai dokumen autentik. Menariknya, buku tersebut justru pernah dijadikan rujukan oleh pihak yang meyakini keaslian ijazah Jokowi karena memuat nama Joko Widodo.

"Ini buku alumni, autentik, asli. Dulu justru dijadikan bukti karena di halaman 280 ada nama Joko Widodo," kata Dokter Tifa.

Baca Juga: Dokter Tifa Mendadak Mundur dari Polemik Ijazah Jokowi: Tugas Saya Sudah Selesai

Meski demikian, ia menegaskan timnya tidak memusatkan analisis pada nama yang tercantum di dalam buku tersebut. Kajian yang dilakukan, kata dia, lebih menitikberatkan pada karakteristik visual.

"Yang kami lihat bukan namanya, tetapi kumis, kacamata, bentuk rahang, dan jarak mata," ujarnya.

Dokter Tifa menjelaskan, metode tersebut merupakan bagian dari protokol analisis yang digunakan timnya dalam mengkaji berbagai dokumen dan foto yang berkaitan dengan polemik ijazah Jokowi.

Berdasarkan hasil kajian sementara itu, ia mengaku menemukan dugaan adanya perbedaan data yang menurutnya masih harus dibuktikan melalui investigasi lebih lanjut.

"Saya belum bilang ini tesis, masih hipotesis. Kalau di sini tertulis asal SLTA Jokowi adalah SMA 6 Yogyakarta. Berarti ada dua Joko Widodo. Jadi investigasinya harus ditelusuri lagi," ungkapnya.

Baca Juga: Mantan Intelijen Yakin Ijazah Jokowi Dibuat di Pasar Pramuka, Dibantu Eks Wamen?

Untuk menguji hipotesis tersebut, Tifa mengatakan timnya berencana menelusuri data pendidikan di SMA Negeri 6 Yogyakarta serta data penerimaan mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada (UGM) pada tahun 1980.

"Mulai dari SMA 6 Yogyakarta, kami akan mencari data di dinas pendidikan. Lalu ditelusuri juga pada 1980 UGM menerima berapa mahasiswa bernama Joko Widodo," imbuhnya.

Ia pun kembali mengemukakan dugaan yang menurutnya menjadi alasan perlunya penelusuran lanjutan.

"Ada dua Joko Widodo. Yang satu mengaku alumni SMA 6 Surakarta, sementara di sini ada eviden SMA 6 Yogyakarta. Nah, yang mana ini yang jadi presiden?" tambah Dokter Tifa.

Hingga kini, polemik mengenai ijazah Jokowi masih bergulir di ranah hukum. Terbaru, Dokter Tifa mengajukan permohonan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk menguji sah atau tidaknya penghentian penuntutan. Sidang perdana dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 12 Agustus 2026.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri