Zulhas Curiga Ada yang Sengaja Serang Kopdes Merah Putih, Isu Dibangun di Tengah Laut Disebut Tak Masuk Akal
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Program Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) kembali menjadi sorotan setelah muncul isu yang menyebut koperasi tersebut dibangun di tengah laut. Menanggapi kabar itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan justru menduga ada pihak tertentu yang sengaja menggiring opini negatif terhadap program pemerintah tersebut.
Menurut Zulkifli Hasan, isu tersebut sama sekali tidak masuk akal jika dilihat dari sisi teknis maupun logika. Ia bahkan mempertanyakan bagaimana mungkin sebuah bangunan dapat didirikan di tengah laut.
"Itu memang di mana? Nggak bangun di tengah laut, gimana nyemennya itu?" kata Zulkifli Hasan di Makassar, Selasa (5/8/2026).
Politikus yang akrab disapa Zulhas itu menilai kabar tersebut kemungkinan berasal dari kelompok yang merasa terganggu dengan kehadiran Kopdes Merah Putih. Namun, ia tidak menyebut secara spesifik siapa pihak yang dimaksud.
"Ya apa, warung suruh tutup. Ini memang saya kira mungkin ada yang terganggu ya, menyerang begitu, kita enggak tahu," ujarnya.
Zulhas menegaskan, Kopdes Merah Putih dibangun bukan untuk menyaingi pelaku usaha kecil maupun menjadi supermarket milik pemerintah. Menurut dia, fungsi utama koperasi tersebut adalah menjadi offtaker atau pembeli siaga hasil pertanian dan perikanan agar petani serta nelayan tidak lagi bergantung kepada tengkulak.
Ia mencontohkan ketika harga gabah anjlok, koperasi akan membeli hasil panen petani dengan harga acuan Rp6.500 per kilogram. Langkah serupa juga diterapkan terhadap hasil tangkapan nelayan.
Menurut Zulhas, ikan yang dibeli koperasi nantinya akan disimpan di fasilitas cold storage yang dilengkapi pabrik es sehingga kualitasnya tetap terjaga sebelum dipasarkan kembali.
"Ikan di laut murah-murah dibeli tengkulak, nanti kalau sudah ada koperasi, taruh di cold storage, dikasih pabrik es, bisa disimpan dulu. Kalau enggak laku nanti koperasi yang beli ikannya. Ikan jual ke mana? Ke SPPG," jelasnya.
Selain berfungsi sebagai penyerap hasil produksi, Kopdes Merah Putih juga akan terintegrasi dengan layanan kantor pos serta sistem pembayaran digital seperti Brilink. Pemerintah berharap langkah tersebut dapat memperluas akses layanan keuangan dan mempercepat penyaluran bantuan sosial yang berbasis data penerima.
"Jadi desa punya akses terhadap pusat, pusat-pusat produksi, keuangan, akses, perbankan desa jadi dekat," tutur Zulhas.
Sementara itu, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto memastikan pembangunan Kopdes Merah Putih terus berjalan sesuai target. Pemerintah menargetkan sebanyak 35.800 koperasi dapat berdiri hingga akhir tahun ini.
Baca Juga: Zulhas Bantah KDMP Akan Matikan Warung Rakyat, Sebut Koperasi Justru Jadi Mitra UMKM Desa
Yandri mengatakan percepatan pembangunan dilakukan melalui kerja sama dengan TNI Angkatan Darat. Nantinya setiap koperasi akan dilengkapi gudang, armada logistik berupa satu truk, satu mobil pikap, serta dua kendaraan roda tiga.
"Tidak lebih dari 1 tahun sudah menyelesaikan 35.800 gudang dan gerai KDMP, lengkap dengan alat logistiknya," kata Yandri.
Ia juga mengakui masih terdapat sejumlah kendala di lapangan, seperti keterbatasan lahan di beberapa desa. Meski demikian, pemerintah memastikan seluruh persoalan tersebut akan diselesaikan secara bertahap.
Menurut Yandri, pembangunan Kopdes Merah Putih dilakukan melalui kolaborasi lintas kementerian, mulai dari Kementerian Koperasi, Badan Pangan Nasional, Kementerian Pertanian, hingga Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Pendekatan tersebut diharapkan mampu memperkuat perekonomian desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama