Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Produksi Emas EMAS Melonjak 758% pada Kuartal II-2026

Produksi Emas EMAS Melonjak 758% pada Kuartal II-2026 Kredit Foto: Merdeka Gold Resources
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mencatat lonjakan produksi emas pada kuartal II 2026 seiring peningkatan kapasitas operasi Tambang Emas Pani di Gorontalo. 

Perseroan memproduksi 15.594 ounce emas, melonjak sekitar 758% dibandingkan 1.818 ounce pada kuartal sebelumnya. Penjualan emas juga meningkat menjadi 6.439 ounce dari 516 ounce. 

Kenaikan produksi ditopang oleh peningkatan volume penambangan dan penumpukan bijih (stacking), serta kemajuan operasi fasilitas heap leach. 

Selama kuartal II 2026, EMAS juga memproduksi 29.796 ounce perak, naik dari 3.496 ounce pada kuartal sebelumnya. Harga jual rata-rata emas tercatat sebesar US$4.382 per ounce. 

"EMAS mencatat kuartal yang penting seiring Pani terus meningkatkan volume produksinya," ujar Presiden Direktur PT Merdeka Gold Resources Tbk Boyke P. Abidin dalam keterangannya.

EMAS membukukan cash cost emas sebesar US$890 per ounce dan all-in sustaining cost (AISC) sebesar US$1.460 per ounce, di luar royalti. 

Perseroan mempertahankan panduan cash cost 2026 di kisaran US$900-US$1.100 per ounce dan AISC sebesar US$1.300-US$1.450 per ounce. 

Manajemen memperkirakan biaya per unit masih dapat berfluktuasi dalam jangka pendek karena Tambang Emas Pani masih berada pada tahap peningkatan produksi. 

Perseroan juga mempertahankan target produksi emas tahun ini sebesar 100.000-115.000 ounce. Produksi diperkirakan meningkat signifikan pada semester II 2026 seiring berlanjutnya proses ramp-up Tambang Emas Pani yang didukung peningkatan laju penambangan dan stacking setelah keberhasilan commissioning fasilitas heap leach. 

Di sisi pengembangan proyek, EMAS melanjutkan pembangunan fasilitas Carbon-in-Leach (CIL) yang kini dikonfigurasi untuk memulai produksi dengan kapasitas 12 juta ton bijih per tahun pada 2028, lebih tinggi dibandingkan desain awal sebesar 7,5 juta ton per tahun. 

Perseroan menargetkan penyelesaian seluruh area CIL pad pada akhir Desember 2026, sementara mobilisasi kontraktor pembangunan pabrik dijadwalkan dimulai pada kuartal III 2026. 

EMAS juga melaporkan perkembangan eksplorasi setelah mengumumkan estimasi sumber daya mineral perdana prospek Kolokoa sebesar 42 juta ton dengan kadar 0,33 gram emas per ton atau mengandung sekitar 445 ribu ounce emas. 

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Dijual Rp2,5 Juta per Gram, Cek Rincian Pecahan Lainnya

Baca Juga: ANTAM Percepat Hilirisasi, Tiga Proyek Strategis Masuk Tahap Lanjutan

Tambahan tersebut meningkatkan total inventaris sumber daya mineral Tambang Emas Pani menjadi 333,5 juta ton dengan kandungan sekitar 7,4 juta ounce emas. 

Hingga 30 Juni 2026, EMAS memiliki kas dan setara kas sebesar US$62 juta, di luar kas yang dibatasi penggunaannya, serta fasilitas pinjaman bank yang belum ditarik senilai US$100 juta. 

Perseroan juga masih memiliki fasilitas pinjaman pemegang saham dari PT Merdeka Copper Gold Tbk sebesar US$485 juta yang belum digunakan. 

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra