Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

EMAS Resmi Melantai di Bursa Hong Kong, Analis: Jadi Booster Citra Investasi Indonesia

EMAS Resmi Melantai di Bursa Hong Kong, Analis: Jadi Booster Citra Investasi Indonesia Kredit Foto: Merdeka Gold Resources
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) resmi mencatatkan sahamnya di Main Board The Stock Exchange of Hong Kong (HKEX) melalui skema Hong Kong Depositary Receipts (HDR).

Langkah dual listing tersebut dinilai menjadi katalis positif bagi industri pertambangan nasional sekaligus memperkuat citra Indonesia di mata investor global.

Pencatatan saham di HKEX membuka akses pendanaan yang lebih luas bagi perseroan untuk mendukung pengembangan Proyek Tambang Emas Pani. Selain itu, langkah ini juga dipandang sebagai bukti semakin adaptifnya regulasi pasar modal Indonesia dalam mendukung integrasi dengan pasar keuangan internasional.

Senior Analis Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai dual listing EMAS dilakukan pada momentum yang tepat karena didukung kondisi pasar global yang menguntungkan serta kebutuhan perusahaan memperkuat struktur permodalan jangka panjang.

Menurutnya, harga emas yang masih berada dalam tren positif sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global menjadi faktor penting yang meningkatkan daya tarik EMAS di hadapan investor internasional.

"Keberhasilan EMAS menembus Main Board HKEX dengan kode saham 6228 menunjukkan kualitas aset, khususnya Proyek Pani, manajemen, dan prospek bisnis EMAS telah memenuhi standar kualifikasi investor institusional global," ujar Nafan.

Nafan mengatakan keberhasilan EMAS mencatatkan saham di HKEX memberikan sentimen positif bagi citra investasi Indonesia. Menurutnya, perusahaan tersebut menjadi representasi bahwa Indonesia memiliki proyek pertambangan berkelas dunia yang dikelola secara profesional.

Ia menilai kehadiran HDR EMAS di Hong Kong juga dapat meningkatkan perhatian investor asing terhadap pasar modal Indonesia yang selama ini belum banyak dilirik.

Sebagai salah satu pusat keuangan terbesar di Asia, HKEX dinilai memiliki ekosistem investasi yang sangat likuid sehingga berpotensi menarik sovereign wealth fund, hedge fund, hingga investor institusi global yang berfokus pada sektor pertambangan dan komoditas.

Likuiditas yang lebih besar tersebut diyakini akan mendukung proses pembentukan harga saham yang lebih optimal serta berpotensi meningkatkan valuasi EMAS, baik di HKEX maupun di Bursa Efek Indonesia (BEI).

"Dengan pendanaan yang lebih terjamin dari pasar global, risiko penundaan komersialisasi Tambang Emas Pani dapat diminimalisir," kata Nafan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat