Kredit Foto: BPMI/Laily Rachev
Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan dugaan adanya campur tangan asing dalam berbagai kerusuhan yang terjadi di Indonesia. Menurutnya, ada pihak yang berkepentingan membuat Indonesia tetap lemah hingga terpecah.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam Program Presiden Prabowo Menjawab yang tayang di kanal YouTube Prabowo Subianto, Rabu (16/9).
Prabowo sebelumnya menyinggung adanya pihak yang merasa terganggu dengan kebijakan pemerintah, terutama langkah membongkar praktik under-invoicing. Ia menduga pihak tersebut melakukan perlawanan dengan memicu kerusuhan dan menyebarkan informasi yang menyesatkan melalui media sosial.
"Jadi benar cara mereka sekarang untuk mengadang Indonesia yang saya lihat, ya tinggal itu, bikin kerusuhan, main di sosmed, timbulkan ketidakpuasan, rasa tidak percaya, jadi ada teori teori propaganda," kata Prabowo.
Ia menilai perkembangan teknologi menjadi pisau bermata dua. Digitalisasi sangat penting, tetapi teknologi juga membuat hoaks dan berita palsu dapat menyebar dengan cepat.
"Kalau kebohongan kalau diulangi ulangi terus orang yang sederhana yang tidak punya akses, dia kira itu benar, ini yang kita hadapi sekarang," ujarnya menambahkan.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan campur tangan asing dalam peristiwa kerusuhan, Prabowo menyebut dirinya merasakan adanya keterlibatan pihak asing. Namun, ia menegaskan dugaan tersebut tetap harus didasarkan pada bukti.
"Kalau menurut sayam tapi sekali lagi kan kita harus hati-hati karena semua berdasarkan bukti. Tapi kalau saya sih, saya merasa ada (campur asing)," jawab Prabowo.
Saat kembali ditanya mengenai dugaan keberadaan "antek-antek asing" yang ingin melakukan operasi cipta kondisi di dalam negeri, Prabowo menyebut kepentingannya adalah membuat Indonesia tetap lemah.
"Ya intinya ingin Indonesia tetap lemah, karena ujungnya impian mereka Indonesia pecah," kata Prabowo.
Prabowo mengaitkan kondisi tersebut dengan persaingan geopolitik. Ia menyebut Indonesia diprediksi menjadi negara dengan kekuatan ekonomi terbesar keempat di dunia sehingga persaingan antarnegara disebutnya berlangsung keras.
"Because there are no permanent friends, and no permanent enemy, yang ada kepentingan abadi," ujar Prabowo.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy
Tag Terkait: