Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Adik Prabowo Beri Jaminan: Investasi di Indonesia Aman, Selamanya!

Adik Prabowo Beri Jaminan: Investasi di Indonesia Aman, Selamanya! Kredit Foto: Populis
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indonesia kembali mengirim sinyal kuat kepada investor global. Ketua Dewan Penasihat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Hashim Djojohadikusumo, menegaskan bahwa Indonesia merupakan negara yang aman untuk menanamkan modal dan menjalankan bisnis dalam jangka panjang.

Pernyataan adik Presiden Prabowo Subianto itu disampaikan di tengah upaya pemerintah menarik lebih banyak investasi asing. Hashim menekankan, komitmen Indonesia terhadap politik luar negeri bebas aktif menjadi salah satu alasan utama mengapa berbagai negara dapat berinvestasi tanpa khawatir.

Berbicara dalam Indonesia-Thailand Business Forum di Jakarta beberapa waktu lalu, Hashim menyampaikan bahwa Indonesia tetap konsisten menjalankan prinsip non-alignment atau non-blok.

Baca Juga: Viral Kopdes Berdiri di Tengah Hutan, Staf Prabowo: Justru Itu Tujuannya

"Kami telah memegang teguh kebijakan yang kami sebut sebagai non-blok. Dengan kata lain, kami adalah negara yang bersikap sepenuhnya netral," katanya, dikutip dari Antara.

Menurut Hashim, sikap tersebut membuat Indonesia terbuka bagi investasi dari berbagai belahan dunia. Ia menyebut modal asing yang masuk tidak hanya berasal dari satu kawasan, tetapi juga dari Rusia, China, Amerika Serikat, negara-negara Eropa, Jepang, hingga Australia.

Karena itu, ia memberikan jaminan kepada para investor dan mitra dagang internasional mengenai keamanan berinvestasi di Indonesia.

"Kami dapat meyakinkan seluruh investor dan mitra dagang mengenai keandalan, serta fakta bahwa investasi anda aman. Investasi Anda aman dan akan selamanya aman," ujarnya.

Baca Juga: Heboh Aksi Demo Tak Diliput Media, Anak Buah Prabowo Bantah: Itu Rekaman Lama

Dalam kesempatan yang sama, Hashim juga menyoroti eratnya hubungan Indonesia dan Thailand. Menurutnya, kedua negara memiliki pengalaman yang sama ketika menghadapi krisis finansial Asia pada 1997, di mana perekonomian sempat mengalami tekanan berat.

Meski demikian, ia menilai dunia usaha di kedua negara mampu bertahan dan menunjukkan daya tahan yang kuat. Hubungan ekonomi Indonesia dan Thailand pun terus berkembang melalui berbagai kerja sama di sektor perdagangan maupun industri.

Hashim yang juga menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi mengatakan situasi global saat ini justru menjadi momentum bagi Indonesia dan Thailand untuk memperkuat kolaborasi, termasuk dalam menghadapi tantangan seperti kenaikan harga energi dan dampaknya terhadap harga komoditas.

Di bidang perdagangan, ia optimistis hubungan ekonomi kedua negara akan terus meningkat. Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Thailand, kata Hashim, menargetkan nilai perdagangan bilateral mencapai 20 miliar dolar AS pada 2030 melalui penguatan kemitraan strategis di berbagai sektor.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri