Laporan Panas! Trump Disebut Cekcok dengan Menhan AS karena Amunisi Habis untuk Lawan Iran
Kredit Foto: Reuters
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan terlibat adu mulut dengan Menteri Pertahanan Pete Hegseth akibat menipisnya persediaan amunisi militer AS selama perang melawan Iran. Namun, Gedung Putih membantah keras kabar tersebut dan menyebutnya sebagai laporan yang tidak benar.
Laporan The Washington Post menyebut cekcok itu terjadi saat rapat kabinet di Camp David pada Jumat (31/7). Trump disebut marah setelah mengetahui stok amunisi militer AS berada pada level yang mengkhawatirkan.
Seorang sumber yang dikutip media tersebut mengatakan Trump merasa tidak mengetahui kondisi sebenarnya. Ia mengaku mengira persoalan persediaan amunisi telah diselesaikan sehingga merasa mendapat informasi yang keliru.
Menurut laporan itu, kondisi stok amunisi yang menipis juga disebut menjadi salah satu alasan Trump membatalkan rencana serangan besar terhadap Iran pada akhir pekan lalu. Serangan tersebut sebelumnya diklaim akan menjadi operasi terbesar sejak Perang Dunia II.
The Washington Post melaporkan selama bulan pertama konflik, militer AS telah menembakkan lebih dari 850 rudal jelajah Tomahawk dan lebih dari 1.000 rudal sistem pertahanan Terminal High Altitude Area Defense (THAAD). Selain itu, sedikitnya 1.300 rudal balistik taktis juga telah digunakan.
Laporan Reuters yang terbit pada Selasa (4/8) juga menyebut Angkatan Darat AS telah menggunakan hampir seluruh persediaan rudal jarak jauhnya untuk operasi melawan Iran. Rudal-rudal tersebut merupakan senjata utama untuk melancarkan serangan presisi dari jarak aman.
Di tengah laporan tersebut, Gedung Putih kembali menegaskan bahwa Amerika Serikat masih memiliki persediaan amunisi yang sangat besar. Trump sebelumnya juga menyatakan stok senjata negaranya jauh lebih banyak dibandingkan negara mana pun di dunia.
Gedung Putih juga membantah kabar adanya pertengkaran antara Trump dan Hegseth. Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan dirinya berada di Camp David dan memastikan insiden tersebut tidak pernah terjadi.
"Saya berada di Camp David bersama Presiden Trump dan Menteri Hegseth. Cekcok itu benar-benar tidak pernah terjadi. Kami bahkan sudah mengatakannya kepada Washington Post berulang kali," ujar Leavitt melalui akun X.
Baca Juga: Trump Murka soal Isu Amunisi AS Menipis, Ancam Penjarakan Pembocor Informasi
Ia menilai laporan tersebut sengaja disebarkan untuk merusak citra Menteri Pertahanan AS. Menurut Leavitt, Trump justru tetap memberikan dukungan penuh kepada Hegseth dan menilai kinerjanya sangat baik.
"Kisah bohong ini disebar ke banyak media oleh seseorang yang jelas-jelas berniat menjelekkan Menteri, entah karena alasan apa. Sayangnya, Presiden menyukai Menteri dan berpikir dia melakukan pekerjaan yang luar biasa," pungkas Leavitt.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy
Tag Terkait: