Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Prabowo Disebut Tegar Hadapi Isu Pemakzulan Karena Tahu Rakyat yang Paham Tak Akan Berani

Prabowo Disebut Tegar Hadapi Isu Pemakzulan Karena Tahu Rakyat yang Paham Tak Akan Berani Kredit Foto: BPMI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Akademisi Cross Culture Lecturer, Ali Syarief, mengungkapkan salah satu alasan Presiden Prabowo Subianto tegar menghadapi isi pemakzulan.

Menurutnya, hal itu terjadi karena jika Prabowo diberhentikan, penggantinya adalah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Kondisi tersebut, kata Ali, justru bisa membuat rakyat berpikir dua kali karena dianggap berpotensi menambah kerusakan negara.

"Salah satu alasan mengapa Prabowo tegar menghadapi impeachment; jangan-jangan, karena penggantinya adalah Gibran Rakabuming. Jadi rakyat cerdas dan konstitusional tidak akan berani - dp negara tambah rusak kelak," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Jumat (7/8).

Ali juga menyinggung pendapat mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM, Denny Indrayana, yang menilai Gibran harus diberhentikan terlebih dahulu sebelum membicarakan pemakzulan presiden.

"Jadi harus bagaimana agendanya?, ya benar kata Prof Denny Indrayana - Wapres dahulu yang harus diturunkan," tandasnya.

Sebelumnya, Denny menegaskan bahwa jika Presiden Prabowo jatuh, maka secara konstitusi Indonesia akan memiliki Presiden baru, yakni Gibran Rakabuming Raka.

Baca Juga: Usai Dicoba Prabowo, Kereta Wisata Nusantara Explorer Bakal Disempurnakan

"Jika Presiden Prabowo jatuh, maka secara konstitusi, kita akan punya Presiden Gibran Rakabuming Raka. Bagi Indonesia, itu bukanĀ  berita suka, tetapi kabar duka. Itu adalah malapetaka," tegasnya.

Karena itu, menurut Guru Besar Hukum Tata Negara tersebut, pemberhentian Gibran adalah solusi utama dan pertama bagi bangsa.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya