Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Dedi Mulyadi Akui Upah Buruh Jadi Penyebab Jabar Ditinggalkan Pengusaha: Ada yang Pindah ke Jateng

Dedi Mulyadi Akui Upah Buruh Jadi Penyebab Jabar Ditinggalkan Pengusaha: Ada yang Pindah ke Jateng Kredit Foto: Satyamitra
Warta Ekonomi, Jakarta -

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi mengungkap salah satu dilema yang dihadapi daerahnya dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja. Menurut Dedi, kenaikan upah memang dapat meningkatkan kesejahteraan buruh, tetapi pada saat yang sama berpotensi membuat industri padat karya mencari lokasi produksi yang lebih kompetitif.

Dedi menyampaikan persoalan tersebut ketika membahas tantangan ketenagakerjaan di Jawa Barat. Ia menilai perbedaan tingkat upah antardaerah dan antarprovinsi dapat memengaruhi keputusan perusahaan dalam mempertahankan lokasi usahanya.

"Upah antar-kabupaten dan provinsi berbeda, sehingga peningkatan kesejahteraan melalui peningkatan upah seringkali berdampak pada industri padat karya pindah. Ada yang ke Jawa Tengah. Ada yang ke luar negeri seperti Vietnam," ungkap Dedi Mulyadi, dikutip Rabu (12/8/2026).

Dedi mengungkapkan adanya persoalan yang cukup rumit dalam kebijakan ketenagakerjaan. Di satu sisi, pekerja membutuhkan upah yang mampu mengikuti kebutuhan hidup dan meningkatkan kesejahteraan. Di sisi lain, perusahaan, terutama industri padat karya, harus menghitung biaya produksi agar tetap mampu bersaing.

Ketika biaya tenaga kerja meningkat di suatu daerah, perusahaan dapat membandingkannya dengan wilayah lain yang menawarkan struktur biaya lebih rendah. Dalam kondisi tertentu, pilihan tersebut dapat berujung pada perpindahan lokasi produksi.

Perpindahan industri tersebut membawa konsekuensi terhadap pasar tenaga kerja dari Jawa Barat. Jika perusahaan padat karya memindahkan fasilitas produksinya, kesempatan kerja bagi masyarakat lokal berpotensi ikut berkurang.

Namun, Dedi tidak sedang mengatakan bahwa peningkatan upah harus dihentikan. Pernyataannya lebih menyoroti adanya konsekuensi ekonomi yang perlu diperhitungkan ketika kebijakan peningkatan kesejahteraan pekerja diterapkan.

Sebelumnya, Dedi juga menjelaskan pentingnya pembangunan infrastruktur untuk menarik investasi ke Jawa Barat. Menurutnya, investor akan mempertimbangkan berbagai faktor, mulai dari kualitas jalan tol hingga konektivitas listrik, telekomunikasi, pipa gas dan air bersih.

"Investasi akan datang apabila jalan tolnya baik, listriknya terkoneksi, jaringan telekomunikasinya terkoneksi, jaringan pipa gasnya terkoneksi, jaringan air bersihnya terkoneksi. Nah, ini akan menumbuhkan investasi. Dengan adanya investasi, maka orang akan bekerja," ucap Dedi.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar