Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pemerintah Perbarui Buku Pelajaran SD-SMA, Ini Alasan Prabowo

Pemerintah Perbarui Buku Pelajaran SD-SMA, Ini Alasan Prabowo Kredit Foto: Abdul Aziz
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah akan memperbarui buku pelajaran nasional untuk jenjang SD hingga SMA. Pembaruan tersebut mencakup peningkatan kualitas fisik buku sekaligus penyempurnaan materi dan isi pembelajaran.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan, pembaruan buku pelajaran tersebut merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi pendidikan dan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Perbaikan kualitas fisik buku menjadi salah satu perhatian utama. Langkah tersebut berawal dari tinjauan Prabowo terhadap buku pelajaran yang digunakan di sejumlah sekolah.

Dalam peninjauan tersebut, ditemukan sejumlah persoalan, mulai dari desain buku, ukuran tulisan yang terlalu kecil, hingga bahan yang mudah rusak. Kondisi tersebut dinilai dapat mengganggu kenyamanan siswa ketika menggunakan buku sebagai sumber belajar.

Karena itu, pemerintah akan memperbaiki tampilan dan bahan buku agar lebih menarik, mudah dibaca, serta dapat digunakan dalam jangka waktu yang lebih panjang. Buku yang lebih awet juga memungkinkan penggunaannya secara berkelanjutan, termasuk oleh siswa pada jenjang atau kelas berikutnya.

Pembaruan buku tidak hanya menyasar tampilan fisik. Pemerintah juga akan mengevaluasi kualitas isi buku pelajaran nasional.

Setelah mempelajari buku yang selama ini digunakan di Indonesia, pemerintah melakukan perbandingan dengan buku ajar dari sejumlah negara tetangga. Perbandingan tersebut akan menjadi salah satu bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas buku pelajaran nasional.

Perbaikan isi buku juga diarahkan untuk memperkuat kemampuan siswa dalam bidang sains dan teknologi. Pemerintah menilai penguasaan bidang tersebut menjadi salah satu fondasi penting dalam menghadapi perkembangan dan persaingan global.

Matematika menjadi salah satu bidang yang mendapat perhatian dalam upaya mengejar ketertinggalan kemampuan sains dan teknologi. Penguatan pembelajaran di bidang tersebut diharapkan dapat membangun dasar kemampuan yang lebih kuat sejak pendidikan dasar hingga menengah.

Selain sains dan teknologi, kemampuan bahasa asing juga menjadi perhatian. Penguasaan bahasa Inggris dinilai penting sebagai bekal bagi generasi muda Indonesia untuk menghadapi kompetisi global.

Pembaruan buku pelajaran juga berkaitan dengan upaya mendorong kembali budaya membaca di kalangan pelajar.

Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa kebiasaan membaca telah menjadi bagian dari pola pendidikan keluarga Prabowo sejak masa kecil. Dalam keluarga Prabowo, anak-anak dibiasakan membaca sejumlah buku setiap pekan, kemudian membuat rangkuman dan menyampaikannya kepada orang tua.

Baca Juga: Gibran Resmi dapat Dukungan Para Pengusaha Sound Horeg, Berpotensi Kuat Tanpa Prabowo

Pola tersebut dinilai dapat menjadi bagian dari upaya membangun kebiasaan membaca secara lebih luas. Pemerintah pun telah berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk kembali menggalakkan kegemaran membaca serta kebiasaan membaca buku di kalangan masyarakat.

Dengan pembaruan buku dari sisi fisik maupun isi, pemerintah berharap buku pelajaran nasional tidak hanya menjadi bahan ajar, tetapi juga dapat meningkatkan kenyamanan belajar, memperkuat kemampuan akademik, dan menumbuhkan budaya membaca sejak usia sekolah.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat