Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Indonesia Turun Full Team, Vietnam Malah Senang Jelang FIFA ASEAN Cup 2026

Indonesia Turun Full Team, Vietnam Malah Senang Jelang FIFA ASEAN Cup 2026 Kredit Foto: Instagram/timnasindonesia
Warta Ekonomi, Jakarta -

Timnas Indonesia bakal tampil dengan kekuatan penuh di FIFA ASEAN Cup 2026 setelah sebelumnya harus kehilangan sejumlah pemain utama pada Piala AFF 2026. Kondisi tersebut justru disambut positif Vietnam karena kekuatan Indonesia bisa menjadi gambaran penting bagi persiapan tim asuhan Kim Sang-sik.

Indonesia memang tampil jauh dari kekuatan terbaiknya ketika berlaga di Piala AFF 2026. Sejumlah pemain seperti Jay Idzes, Kevin Diks, dan Emil Audero tidak dapat dipanggil karena turnamen tersebut tidak masuk agenda FIFA sehingga klub memiliki hak untuk tidak melepas pemain.

Situasi itu turut memengaruhi kiprah Indonesia di Piala AFF 2026. Tim Merah Putih memang mampu menang 5-1 atas Kamboja dan 3-0 atas Timor Leste, tetapi kemudian kalah 0-3 dari Vietnam dan hanya bermain imbang 1-1 melawan Singapura.

Kegagalan tersebut membuat Indonesia tersingkir di fase grup. Namun, skuad Garuda akan mendapatkan kesempatan untuk tampil dengan komposisi berbeda ketika FIFA ASEAN Cup 2026 digelar.

Turnamen tersebut dijadwalkan berlangsung pada 24 September hingga 4 Oktober 2026. Indonesia tergabung di Grup A bersama India, Malaysia, dan Singapura, sedangkan Vietnam berada di Grup B bersama Pakistan, Thailand, dan Filipina.

Dengan berada di grup berbeda, Indonesia dan Vietnam tidak akan langsung bertemu. Duel kedua negara baru mungkin terjadi apabila keduanya mampu melewati fase grup.

Justru kemungkinan pertemuan itulah yang membuat media Vietnam, Soha, menaruh perhatian khusus. Mereka menilai Indonesia dengan skuad lengkap dapat menjadi lawan yang berguna bagi Vietnam untuk mengukur kekuatan sekaligus menyusun persiapan menghadapi agenda yang lebih besar.

Soha menyoroti keputusan PSSI untuk kembali memanggil kelompok pemain naturalisasi yang absen di Piala AFF 2026. Kembalinya pemain-pemain tersebut dinilai membuat Indonesia menjadi lawan yang jauh lebih kuat.

"Menyusul kegagalan mereka di Piala AFF 2026, Federasi Sepakbola Indonesia (PSSI) menetapkan target menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 (yang dimulai pada September) untuk tim nasional. Mulai dari Ketua Umum PSSI Erick Thohir hingga Sekretaris Jenderal Yunus Nusi, keduanya telah mengonfirmasi bahwa kelompok pemain naturalisasi yang absen di Piala AFF akan kembali bergabung secara penuh ke dalam skuad," tulis Soha dalam ulasannya.

Bagi Vietnam, kekuatan penuh Indonesia justru bisa memberikan keuntungan. Tim asuhan Kim Sang-sik dapat memperoleh gambaran yang lebih realistis mengenai kemampuan salah satu pesaing terberatnya di kawasan Asia Tenggara.

"Indonesia yang kuat saat bersaing di FIFA ASEAN Cup akan membantu pelatih Kim Sang-sik menilai peta kekuatan tim-tim pesaing. Dari sana, ia akan memiliki acuan yang lebih akurat saat menyusun rencana jangka panjang untuk tim nasional Vietnam yang membidik kualifikasi Piala Dunia 2030," tulis Soha.

Penilaian tersebut membuat FIFA ASEAN Cup bukan sekadar turnamen untuk Indonesia setelah kegagalan di Piala AFF. Bagi Vietnam, ajang ini juga bisa menjadi tempat untuk menguji personel, sistem permainan, hingga strategi menghadapi lawan dengan kualitas yang lebih tinggi.

Soha bahkan menilai potensi pertemuan Indonesia dan Vietnam menjadi salah satu duel yang paling menarik untuk ditunggu. Kim Sang-sik akan dituntut memaksimalkan seluruh sumber daya Vietnam ketika menghadapi Indonesia dengan skuad terbaiknya.

"Tentu saja, skenario yang paling dinanti oleh para pengamat dan pendukung adalah ketika tim nasional Vietnam berhadapan dengan Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026. Dalam situasi tersebut, pelatih Kim Sang-sik harus berusaha memaksimalkan seluruh sumber daya yang dimilikinya saat melawan musuh yang tangguh," tulis media tersebut.

Baca Juga: Dulu Bela Eliano Reijnders, Kini Bung Towel Sebut Tak Berguna di Timnas Indonesia

Bagi Indonesia sendiri, FIFA ASEAN Cup menjadi kesempatan untuk memperlihatkan kekuatan sebenarnya setelah gagal di Piala AFF. Dengan kembalinya pemain-pemain utama, skuad Garuda memiliki peluang memperbaiki hasil sekaligus membuktikan bahwa performa di Piala AFF belum sepenuhnya menggambarkan kekuatan tim.

Potensi duel ulang dengan Vietnam pun membuat ajang tersebut semakin menarik. Jika kedua tim berhasil lolos dari fase grup, pertemuan mereka dapat menjadi kesempatan Indonesia membalas kekalahan 0-3 sekaligus menjadi ujian penting bagi Vietnam.

Bagi Kim Sang-sik, hasil pertandingan nantinya bukan satu-satunya ukuran. Pengalaman menghadapi Indonesia dengan kekuatan penuh dapat menjadi bahan evaluasi untuk membangun Vietnam menghadapi target yang lebih besar, termasuk Piala Asia dan Kualifikasi Piala Dunia 2030.

Soha pun menilai apa pun hasil pertandingan Indonesia dan Vietnam, pertemuan tersebut tetap akan memberikan pengalaman berharga bagi Vietnam untuk menentukan langkah mereka berikutnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama