Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Anies Baswedan Sebut Label 'Anak Abah' Sudah Tak Lagi Relevan

Anies Baswedan Sebut Label 'Anak Abah' Sudah Tak Lagi Relevan Kredit Foto: Instagram/aniesbaswedan
Warta Ekonomi, Jakarta -

Anies Baswedan menilai label “anak abah” yang kerap disematkan kepada orang-orang yang mengkritik pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sudah tidak relevan.

Menurut Anies, Pilpres 2024 telah berakhir sehingga kritik terhadap pemerintah semestinya dijawab dengan argumentasi dan substansi, bukan pelabelan politik.

"Kalau pilpres itu udah ada masanya. Setahun itu sudah lewat, habis itu sudah selesai," kata Anies saat berbincang dengan komika Sammy Not A Slim Boy dan David Nurbianto dalam podcast Talk of Life.

Anies mengatakan penggunaan label “anak abah” justru membuat narasi di ruang publik tidak berkembang.

Ia menilai pemerintah seharusnya merespons kritik dengan menjelaskan kebijakan atau menawarkan gagasan yang menjadi dasar pengambilan keputusan.

"Sebetulnya saya kasihan kalau narasinya tidak berkembang. Itu kan narasi pada saat pilpres. Setelah itu kan sudah banyak yang dikerjakan. Kenapa tidak bisa dijawab? Kenapa harus memberi label kepada yang berbicara," ujar Anies.

Pernyataan tersebut disampaikan Anies setelah Sammy mengeluhkan dirinya kerap dicap sebagai pendukung Anies setiap kali menyampaikan kritik terhadap pemerintahan Prabowo.

"Sekarang itu tuh saya di posisi susah karena ketika saya kritik Pak Prabowo, ‘Ah, ini mah rombongan kalah pilpres gitu.’ Jadi ya, ada enak enggak enaknya ya jadi ‘anak abah’,” kata Sammy.

Anies kemudian menyoroti penggunaan istilah tersebut yang menurutnya tidak hanya diarahkan kepada individu, tetapi juga karya kreatif.

Ia mencontohkan film dokumenter Dirty Vote yang sempat disebut sebagai produksi “Anak Abah Production”.

Menurut Anies, perdebatan di ruang publik setelah Pilpres 2024 seharusnya tidak lagi berpusat pada siapa yang mendukung pasangan calon tertentu.

Perdebatan, kata dia, semestinya diarahkan pada gagasan, kebijakan, serta dampak kebijakan pemerintah terhadap masyarakat.

Untuk diketahui, istilah “anak abah” populer sebagai sebutan bagi pendukung Anies Baswedan selama Pilpres 2024. Sebutan tersebut merujuk pada sosok Anies yang kerap dipanggil “Abah” oleh sebagian pendukungnya.

Setelah Pilpres 2024 berakhir, istilah “anak abah” masih digunakan, terutama di media sosial, untuk melabeli individu maupun kelompok yang menyampaikan kritik terhadap pemerintahan Prabowo Subianto.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat