Kredit Foto: Ist
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan harga pupuk telah berhasil diturunkan sebesar 20 persen. Menurutnya, penurunan harga tersebut menjadi bagian dari kebijakan pemerintah untuk memperkuat produksi pertanian dan mempercepat pencapaian swasembada pangan nasional.
Prabowo mengatakan pemerintah juga telah menghapus 145 aturan terkait penyaluran pupuk. Kebijakan tersebut dinilai membuat petani lebih mudah mendapatkan pupuk dengan harga yang lebih terjangkau.
"145 aturan penyaluran pupuk telah kita hilangkan. Harga pupuk berhasil kita turunkan 20 persen. Hal ini terjadi pertama kali dalam sejarah NKRI," ujar Prabowo.
Prabowo menekankan, penurunan harga pupuk tersebut terjadi bersamaan dengan peningkatan volume ketersediaan pupuk bagi masyarakat. Dengan demikian, petani tidak hanya mendapatkan pupuk dengan harga lebih murah, tetapi juga lebih mudah memperolehnya.
"Harga turun, tetapi volume ketersediaan pupuk bertambah untuk rakyat kita. Sehingga rakyat kita sekarang mudah mendapatkan pupuk. Dan karena itulah produksi meningkat, dan karena itulah juga kita lebih cepat swasembada pangan," katanya.
Di sisi lain, Prabowo menyebut kinerja PT Pupuk Indonesia sebagai perusahaan BUMN juga mengalami peningkatan. Ia mengklaim keuntungan perusahaan tersebut naik hingga 252,8 persen meski harga pupuk diturunkan dan volume ketersediaannya ditambah.
"Pada saat yang bersamaan keuntungan PT Pupuk Indonesia, perusahaan negara, BUMN, keuntungannya naik 252,8 persen. Harga pupuk turun, volume bertambah, tapi keuntungan bagi PT Pupuk bertambah," ujar Prabowo.
Menurut Prabowo, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama pemerintah pusat dan daerah, termasuk Kementerian Pertanian beserta jajarannya, penyuluh pertanian, kementerian terkait, pemerintah daerah, TNI, dan Polri.
Ia juga mengatakan target swasembada pangan yang sebelumnya diproyeksikan tercapai dalam empat tahun justru dapat diwujudkan lebih cepat, yakni dalam satu tahun.
"Karena kebijakan-kebijakan kita dan kerja keras kita, swasembada pangan yang dahulu kita targetkan dalam empat tahun, ternyata berhasil kita capai dalam satu tahun," kata Prabowo.
Baca Juga: Presiden Prabowo Tegaskan Janji untuk Rakyat, Termasuk yang Tak Memilihnya
Baca Juga: Prabowo Imbau Tinggalkan Motor Bensin, Klaim Motor Listrik Bisa Hemat hingga 70%
Prabowo menyebut Indonesia kini telah mencapai swasembada pada delapan komoditas pangan, yakni beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.
Meski demikian, pemerintah masih memiliki pekerjaan rumah untuk mencapai swasembada daging. Prabowo menargetkan swasembada komoditas tersebut dapat dicapai dalam lima hingga enam tahun ke depan.
"Kita masih belum swasembada daging. Itu akan kita kerjakan yang insyaallah bisa kita capai dalam lima-enam tahun ke depan," ujarnya.
Prabowo menilai keberhasilan tersebut menjadi modal penting bagi Indonesia untuk menghadapi tantangan ketahanan pangan global, termasuk ancaman perubahan cuaca dan fenomena El Nino.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: