Dari Pertumbuhan 6% hingga Defisit 2,4%, ini Target yang Prabowo Bidik dalam RAPBN 2027
Kredit Foto: Ist
13. Optimalisasi Aset BUMN
Pemerintah juga akan mempercepat optimalisasi aset BUMN. Prabowo menyebut pemerintah telah menutup 290 BUMN yang dinilai tidak produktif dan menargetkan jumlah BUMN maksimal 300 perusahaan yang produktif pada akhir 2026.
Aset berupa tanah, gedung, jaringan, kawasan, dan fasilitas BUMN yang belum optimal akan dimanfaatkan melalui kerja sama dengan pihak swasta secara terbuka dan kompetitif.
14. Target Energi Surya 100 GW
Pemerintah menargetkan pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) hingga 100 gigawatt (GW).
Pada 2026, pemerintah menargetkan pembangunan 30 GW PLTS sekaligus menghentikan 13 GW pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD). Dalam jangka panjang, setiap desa diharapkan memiliki PLTS berkapasitas 1 megawatt (MW).Baca Juga: Prabowo Diam-diam Sakit? Setahun Batuk-Batuk Terus Saat Pidato
Prabowo menyebut pengembangan PLTS 100 GW berpotensi menghemat setidaknya Rp73,9 triliun per tahun melalui penurunan biaya pokok produksi listrik.
15. Pengangguran Ditargetkan Turun hingga 4,3%
Pemerintah juga menyiapkan Indonesia Financial Center atau Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) di Jakarta dan Bali.
PFII akan diarahkan menjadi pusat keuangan, investasi, teknologi finansial, arbitrase, serta penyelesaian sengketa komersial berstandar internasional.
16. Pengadaan Pemerintah Ditargetkan Hemat Rp360 Triliun
Prabowo juga berencana mengubah kelembagaan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) menjadi Badan Pengadaan Pemerintah.
Konsolidasi pengadaan barang dan jasa pemerintah dinilai berpotensi meningkatkan efisiensi. Prabowo menyebut belanja pengadaan pemerintah mencapai sekitar Rp1.200 triliun.
Jika konsolidasi melalui katalog elektronik, perencanaan berbasis data, dan penerapan praktik pengadaan terbaik dilakukan secara luas, efisiensi diperkirakan bisa mencapai 30% atau sekitar Rp360 triliun per tahun.
17. Danantara Diperkuat Proyek Strategis
Pemerintah juga akan memperkuat Danantara Development Management Fund (DDMF) sebagai instrumen pembiayaan proyek strategis jangka panjang.
Dana tersebut akan diarahkan untuk proyek seperti mobil nasional, motor nasional, hingga pembangunan Giant Sea Wall di pantai utara Jawa. Prabowo memperkirakan pembangunan Giant Sea Wall membutuhkan waktu 15-20 tahun.
18. Elektrifikasi Mobilitas Masyarakat
Pemerintah akan mempercepat elektrifikasi kendaraan dengan memberikan insentif untuk satu juta motor listrik yang diproduksi di dalam negeri.
Kebijakan tersebut ditujukan untuk menekan biaya kendaraan masyarakat, mengurangi konsumsi bahan bakar impor, sekaligus memperkuat industri kendaraan listrik dan rantai pasok nasional.
19. Kewarganegaraan Ganda Terbatas
Program terakhir yang disampaikan Prabowo adalah rencana mengajukan kebijakan kewarganegaraan ganda secara terbatas bagi talenta istimewa Indonesia.
Kebijakan tersebut ditujukan untuk diaspora Indonesia yang memiliki kemampuan di bidang seperti sains, kedokteran, teknik, kecerdasan artifisial, penelitian, bisnis, seni, olahraga, dan profesi lainnya.
Prabowo mengatakan kebijakan akan dirancang secara selektif dengan tetap mempertimbangkan integritas, keamanan, kewajiban, dan kepentingan nasional.
Prabowo menegaskan seluruh agenda tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas dan mengubah kekayaan Indonesia menjadi kekuatan nasional. Pemerintah juga diminta memastikan setiap anggaran dan kebijakan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Setiap rupiah harus memiliki tujuan. Setiap kebijakan harus memiliki ukuran. Setiap pejabat harus memiliki pertanggungjawaban,” kata Prabowo.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Fajar Sulaiman