Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Hadir di Indonesia, JETOUR T2 i-DM Tawarkan Performa Tangguh dan Jarak Tempuh 1200 Kilometer

Hadir di Indonesia,  JETOUR T2 i-DM Tawarkan Performa Tangguh dan Jarak Tempuh 1200 Kilometer Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

JETOUR menghadirkan JETOUR T2 i-DM sebagai Adventure PHEV SUV yang mendefinisikan standar baru kendaraan petualang melalui perpaduan performa tangguh, efisiensi energi, dan jarak tempuh lebih dari 1.200 kilometer. Mobil ini dirancang untuk menjawab karakteristik mobilitas konsumen Indonesia yang beragam, mulai dari aktivitas harian di perkotaan, perjalanan bersama keluarga, hingga eksplorasi lintas kota dan berbagai destinasi wisata yang belum sepenuhnya didukung infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik.

JETOUR T2 i-DM mengusung teknologi Intelligent Dual Mode (i-DM) sebagai solusi yang relevan. Teknologi ini memungkinkan pengguna menikmati efisiensi dan kenyamanan berkendara menggunakan tenaga listrik untuk mobilitas sehari-hari, sekaligus memberikan kebebasan menjelajah tanpa rasa khawatir berkat dukungan mesin bensin yang bekerja secara otomatis saat dibutuhkan.

"Bagi JETOUR, teknologi plug-in hybrid bukan hanya tentang menggabungkan dua sumber tenaga, melainkan bagaimana seluruh sistem tersebut mampu bekerja secara harmonis untuk menghadirkan pengalaman berkendara yang relevan dengan kebutuhan konsumen. Intelligent Dual Mode dikembangkan untuk memberikan keseimbangan antara efisiensi, performa, kenyamanan, dan fleksibilitas, sehingga konsumen dapat menikmati setiap perjalanan dengan lebih percaya diri," ujar Moch Ranggy Radiansyah, Marketing Director PT JETOUR Sales Indonesia, yang dikutip di Jakarta, Sabtu (15/8/2026).

Integrasi Performa dan Efisiensi dalam Satu Sistem

Sebagai implementasi teknologi Intelligent Dual Mode, JETOUR T2 i-DM mengintegrasikan Hybrid Dedicated Engine Generasi Kelima ACTECO 1.5 TGDI. Mesin ini menghasilkan tenaga 136 PS dan torsi 220 Nm, dengan efisiensi termal hingga 44,5%, sehingga mampu menghadirkan performa yang tetap responsif dengan konsumsi bahan bakar yang efisien.

Tenaga tersebut dikelola oleh 3-Speed Dedicated Hybrid Transmission (3DHT) yang dipadukan dengan Dual Electric Motor, yang menghasilkan tenaga gabungan 224 PS dan torsi 390 Nm serta disimpan dalam baterai LFP CATL berkapasitas 18,4 kWh sebagai sumber energi untuk penggerak listrik. 

Baterai ini juga mendukung DC Fast Charging yang mampu mengisi daya dari 30 hingga 80 persen dalam waktu sekitar 27 menit. Berkat kombinasi teknologi tersebut, JETOUR T2 i-DM mampu menempuh jarak hingga lebih dari 1.200 kilometer dalam satu kali pengisian penuh baterai dan tangki bahan bakar, meski mengusung bodi besar khas Adventure SUV. 

Keunggulan Intelligent Dual Mode juga terletak pada penggunaan Dual Electric Motor yang bekerja secara cerdas sesuai kebutuhan berkendara. Saat menghadapi tanjakan maupun membawa beban lebih, sistem akan mengoptimalkan distribusi tenaga agar kendaraan tetap bertenaga dan stabil. Pada saat yang sama, sistem secara otomatis mengelola penggunaan dan pemulihan energi untuk menjaga efisiensi tanpa mengorbankan performa, sehingga setiap perjalanan terasa lebih responsif, nyaman, dan optimal di berbagai kondisi jalan.

Keselamatan sebagai Fondasi Teknologi Elektrifikasi

Selain menghadirkan performa dan efisiensi, JETOUR menempatkan aspek keselamatan sebagai fondasi utama dalam pengembangan JETOUR T2 i-DM. Bagi JETOUR, kepercayaan konsumen terhadap kendaraan elektrifikasi tidak hanya dibangun melalui inovasi teknologi, tetapi juga melalui sistem perlindungan yang dirancang secara menyeluruh.

Baca Juga: GIIAS 2026 Resmi Berakhir, Ini Dia Daftar Mobil dan Motor Terfavorit

JETOUR T2 i-DM menggunakan CATL LFP Battery yang telah memenuhi berbagai standar keselamatan internasional dan dilengkapi sertifikasi IP68, sehingga mampu bertahan dalam kondisi terendam air hingga satu meter selama 48 jam. Selain itu, baterai ini juga memiliki ketahanan terhadap tekanan hingga 10 ton, sehingga tetap terlindungi saat menghadapi benturan.

Untuk memberikan perlindungan tambahan, sistem baterai juga dilengkapi High Voltage Cut-Off yang secara otomatis memutus aliran listrik hanya dalam waktu 2 milidetik ketika terdeteksi kondisi darurat, guna meminimalkan potensi risiko.

Perlindungan tersebut diperkuat melalui struktur Hardtop Cage Body Monocoque yang menggunakan 80 persen high-strength steel, termasuk penggunaan 1.500 MPa hot formed steel. Struktur bodi ini menghasilkan torsional stiffness hingga 32.000 Nm/deg, sehingga kendaraan tetap kokoh saat menghadapi berbagai kondisi jalan serta memberikan stabilitas dan perlindungan yang lebih baik bagi pengemudi maupun penumpang.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Fajar Sulaiman
Editor: Fajar Sulaiman