Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Memasuki 81 tahun Indonesia merdeka, Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri kembali menyoroti makna kemerdekaan. Menurutnya, kemerdekaan tidak cukup hanya dirayakan setiap tahun, tetapi harus dipelihara agar bangsa Indonesia tetap berdiri kokoh menghadapi berbagai persoalan.
"Kan ini sudah di sini ditulis bakal 81 tahun kita merdeka, nah kalau nggak dipelihara merdekanya, lalu gimana?" kata Megawati dalam tayangan YouTube BPIP belum lama ini.
Pernyataan tersebut disampaikan Megawati saat berpidato dalam acara Ekspose Naskah Sumber Arsip Dasar Negara II: Masa Reses dan Sidang Kedua Badan Penyelidik Usaha-usaha Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) 10 s.d. 17 Juli 1945 yang digelar BPIP pada Senin (10/8/2026).
Dalam kesempatan itu, Megawati juga menceritakan hasil kontemplasinya mengenai kondisi Indonesia. Ia mengaitkannya dengan pemikiran sang ayah, Presiden pertama RI Soekarno.
Baca Juga: 'Prabowo Tidak Ingin Berhenti pada Retorika, Dia Ada Keberanian Mengambil Keputusan'
Megawati mengaku sempat mempertanyakan kondisi bangsa yang telah merdeka, tetapi masih terus menghadapi berbagai persoalan. Ia bahkan menggambarkan keadaan Indonesia seolah terus berada dalam situasi yang tidak stabil.
"Pak, ini kenapa negoro kok koyok ngene yo? Bayangkan loh, Pak, padahal sudah merdeka, tapi kok goyang-goyang terus ya? Jadi mesti diapain?" ujar Megawati.
Dari perenungan tersebut, Megawati mengatakan dirinya melihat pentingnya sosok pemimpin yang benar-benar mencintai rakyat. Pemimpin tersebut, menurutnya, juga harus mampu membawa Indonesia menuju kemakmuran dan berdiri di atas kaki sendiri.
Baca Juga: Kalau Ijazah Gibran Bermasalah, Prabowo yang Repot, Kata PSI
"Yang cinta pada rakyatnya. Ah, yang bisa membuat yang negara ini katanya makmur, sentosa, yang harusnya berdiri di atas kaki sendiri," ucap Megawati.
Namun, menurut Megawati, sosok pemimpin saja tidak cukup. Bangsa Indonesia juga membutuhkan sebuah pegangan yang dapat menjaga arah perjalanan negara agar tidak keluar dari jalurnya.
Ia kemudian mengingatkan kembali proses panjang para pendiri bangsa dalam merumuskan dasar negara. Pegangan yang dimaksud Megawati tersebut adalah Pancasila.
"Kan untuk supaya ada yang menjadi pegangannya, itu dengan susah payah loh dibuat oleh para pendiri bangsa kita loh, apa? Akhirnya, yang disebut Pancasila," kata Megawati.
Bagi Megawati, momentum 81 tahun kemerdekaan seharusnya tidak hanya menjadi perayaan simbolis. Kemerdekaan juga perlu terus dijaga melalui nilai-nilai yang telah menjadi dasar berdirinya Indonesia, termasuk Pancasila sebagai pegangan bangsa.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: