Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Megawati Sentil Oligarki Tambang: Anak Cucu Bisa Miskin!

Megawati Sentil Oligarki Tambang: Anak Cucu Bisa Miskin! Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, menegaskan bahwa kekayaan alam Indonesia seharusnya menjadi sumber kesejahteraan rakyat, bukan ladang keuntungan pribadi.

Dalam amanatnya sebagai inspektur upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (17/8/2026), Megawati menyoroti praktik eksploitasi tambang yang menurutnya hanya menguntungkan segelintir orang. 

"Sekarang ini orang kan mulai nggaruk-nggaruk tambang terus, tapi bukan buat pemerintah, bukan buat rakyat tapi buat dirinya sendiri, keuntungan bagi dirinya sendiri. Lah gimana nanti anak cucu kita miskinlah," ujarnya, dikutip Selasa (18/8).

Ia menekankan bahwa Indonesia memiliki potensi besar di darat, laut, hutan, dan mineral, yang bila dikelola dengan visi pembangunan berencana akan membawa bangsa menuju kesejahteraan sejati. Megawati menyebut cita-cita kemerdekaan bukan sekadar simbol masa lalu, melainkan pekerjaan sejarah yang masih harus dituntaskan.

"Sebab, cita-cita Indonesia merdeka bukanlah mimpi belaka dan mimpi itu bukanlah mimpi masa lalu. Ia adalah pekerjaan sejarah yang belum selesai. Terus kita perkuat semangat bagi pekerjaan sejarah yang belum selesai itu," tegasnya.

Megawati juga mengajak masyarakat meneladani pengorbanan para pahlawan. Ia mengenang kebiasaannya membawa anak-anaknya ke Taman Makam Pahlawan sejak kecil, meminta mereka mencari nisan tanpa nama sebagai simbol perjuangan.

Baca Juga: Megawati Sentil Hukum Indonesia Seperti Karet: Terserah Dah Kemauan Kalian!

"Betul mereka bertanya, 'Kenapa nisan-nisannya tidak bernama?' Karena apa? Mereka jiwa raga diserahkan kepada yang namanya belum ada Indonesia. Itulah namanya jiwa perjuangan," kenang Megawati. 

Menutup pesannya, Megawati mengingatkan bahwa bangsa Indonesia ditakdirkan sebagai bangsa pejuang. Ia menekankan pentingnya disiplin, kemandirian, dan kemampuan berdiri di atas kaki sendiri agar Indonesia mampu menjadi pemimpin di antara bangsa-bangsa dunia.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya