Iran Balik Ancam AS: Perang Ekonomi Tak Akan Bikin Teheran Menyerah
Kredit Foto: Istimewa
Tekanan tersebut turut tercermin dari kondisi inflasi Iran. Inflasi tahunan dilaporkan berada di atas 80 persen.
Dana Moneter Internasional (IMF) juga memproyeksikan perekonomian Iran menyusut hingga 5,4 persen pada tahun ini. Kondisi tersebut menambah tekanan terhadap pemerintahan Teheran.
Namun, tekanan ekonomi belum tentu membuat para pemimpin Iran mengubah kebijakan. Tantangan bagi pemerintahan Trump justru terletak pada kemampuan mengubah tekanan ekonomi menjadi perubahan keputusan politik di Teheran.
Perombakan struktur kepemimpinan Iran dalam beberapa waktu terakhir bahkan menunjukkan semakin kuatnya kelompok garis keras. Faksi veteran konservatif disebut semakin menggeser pengaruh kelompok teknokrat dan pragmatis.
Kepala Ekonom Pasar Negara Berkembang di Capital Economics William Jackson menilai respons Iran terhadap tekanan ekonomi sangat bergantung pada kondisi politik internal. Saat ini, politik Iran disebut semakin dikendalikan kelompok konservatif.
Pemerintah Iran juga menerapkan sejumlah kebijakan darurat untuk menjaga perekonomian domestik. Langkah tersebut antara lain pemadaman listrik bergilir untuk industri, pencetakan uang untuk membayar gaji pegawai negeri, hingga perubahan jadwal kerja pabrik.
Teheran juga mengalokasikan subsidi valuta asing hingga 3,5 miliar dollar AS. Dana tersebut digunakan untuk menjaga impor sejumlah kebutuhan penting seperti gandum, obat-obatan, dan susu formula bayi.
Masyarakat berpenghasilan rendah juga mendapat skema pembelian bahan pokok berbasis kredit. Program tersebut terintegrasi dengan bantuan sosial tunai yang disediakan pemerintah.
Baca Juga: Iran Tak Percaya AS, Rudal-Drone Digenjot untuk Hadapi Perang Lebih Besar
Di tengah tekanan ekonomi, masyarakat Iran mulai mengubah pola konsumsi. Warga dilaporkan membatasi pengeluaran untuk kebutuhan pokok, mengurangi konsumsi daging, dan menunda kegiatan rekreasi.
Kondisi tersebut menunjukkan tekanan ekonomi AS telah memberikan dampak besar terhadap Iran. Namun, Teheran sejauh ini tetap menunjukkan sikap bertahan dan menegaskan bahwa tekanan ekonomi tidak akan secara otomatis membuat pemerintahnya menyerah.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy
Tag Terkait: