Kredit Foto: Antara/ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj
Perum Bulog memastikan stok beras di Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap aman meski gempa bumi berdampak pada sejumlah gudang penyimpanan di wilayah tersebut. Sekitar 12 gudang mengalami kerusakan ringan hingga sedang, tetapi kondisi persediaan beras disebut tidak terganggu.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan beras yang tersimpan di gudang terdampak masih dalam kondisi aman. Kondisi penyimpanan yang kering membuat persediaan tidak mengalami kerusakan akibat air maupun kebocoran.
"Beras aman, enggak masalah. Kalau di sana kan aman, kering tidak ada hujan, beda dengan (bencana sebelumnya) yang (terjadi) di Aceh maupun Sumut dan di Sumbar. Kemarin kan ada hujan air kan, banjir ya," kata Rizal saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.
Rizal menjelaskan kerusakan pada gudang Bulog tidak sampai menyebabkan persediaan beras mengalami kerusakan. Sebagian gudang mengalami kerusakan pada dinding seng, pintu, serta beberapa bagian struktur bangunan penyimpanan.
Meski begitu, Bulog tidak langsung menggunakan kembali seluruh gudang yang terdampak. Tim akan dikirim untuk melakukan survei menyeluruh guna memastikan kondisi bangunan sebelum dilakukan perbaikan.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari mitigasi bencana. Bulog perlu memastikan gudang yang mengalami gangguan struktur tidak menimbulkan risiko lebih besar, terutama jika gempa susulan kembali terjadi.
Di sisi lain, ketersediaan beras di NTT masih tergolong mencukupi untuk mendukung kebutuhan masyarakat terdampak bencana. Rizal menyebut stok beras Bulog di NTT saat ini berada di kisaran 35 ribu hingga 37 ribu ton.
"Kalau stok kita di NTT itu sekitar 35 ribu sampai 37 ribu ton," ujar Rizal.
Dengan jumlah tersebut, Bulog menilai kebutuhan bantuan pangan masih dapat dipenuhi dari stok yang tersedia di wilayah NTT. Namun, pemerintah tetap menyiapkan skenario tambahan apabila kebutuhan masyarakat meningkat selama masa penanganan bencana.
Bulog dapat mendatangkan tambahan pasokan dari wilayah terdekat, seperti Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Sulawesi Selatan (Sulsel). Penambahan tersebut akan disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan dan kondisi distribusi di lapangan.
Untuk mempercepat penyaluran, Bulog juga menempatkan cadangan beras masing-masing 10 ton di sejumlah bandara dan pelabuhan. Strategi ini disiapkan agar bantuan bisa segera diberangkatkan ketika kebutuhan mendesak muncul.
Baca Juga: Stok Beras Bulog Tembus 5,25 Juta Ton di Seluruh Indonesia
Selain stok beras, Bulog memastikan seluruh pegawai di wilayah terdampak berada dalam kondisi selamat. Kondisi tersebut memungkinkan pelayanan dan penanganan logistik tetap berjalan di tengah situasi pascabencana.
Distribusi bantuan nantinya dapat dilakukan melalui berbagai jalur transportasi sesuai kondisi akses. Bulog juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan bantuan dapat dikirim melalui jalur darat, laut, maupun udara jika diperlukan.
Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya Bulog menjaga dua hal sekaligus, yakni keamanan persediaan dan kelancaran distribusi. Dengan stok puluhan ribu ton yang masih tersedia, bantuan pangan diharapkan tetap dapat disalurkan kepada masyarakat terdampak gempa NTT tanpa mengalami gangguan berarti.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama