Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Dan Terjadi Lagi, BGN Pengelola MBG Dapat Anggaran Terbesar di RAPBN 2027

Dan Terjadi Lagi, BGN Pengelola MBG Dapat Anggaran Terbesar di RAPBN 2027 Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Badan Gizi Nasional (BGN) kembali menjadi lembaga dengan alokasi anggaran terbesar dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Anggaran yang disiapkan untuk lembaga pengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut bahkan mencapai Rp240,2 triliun.

Besarnya anggaran BGN menjadi sorotan karena posisi serupa juga terjadi dalam RAPBN 2026. Saat itu, BGN menjadi lembaga dengan anggaran terbesar mencapai Rp268 triliun. Untuk RAPBN 2027, pemerintah sendiri menyiapkan total belanja negara sebesar Rp4.097,2 triliun.

Setelah BGN, Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) menempati posisi berikutnya dengan anggaran Rp189 triliun. Kepolisian RI mendapat Rp139,2 triliun, disusul Kementerian Pekerjaan Umum sebesar Rp114,59 triliun dan Kementerian Kesehatan Rp102,12 triliun.

Baca Juga: Gibran Masuk Bursa Capres 2029, Ijazah SMA Mendadak Dipertanyakan, Ada yang Iri?

Selanjutnya, Kementerian Agama memperoleh Rp87,7 triliun, Kementerian Sosial Rp84,7 triliun, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Rp65,17 triliun, serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Rp61,10 triliun. Sementara itu, Kementerian Keuangan mendapatkan Rp49,8 triliun.

Di luar kementerian dan lembaga tersebut, pemerintah daerah di seluruh kota dan kabupaten mendapat alokasi sebesar Rp735 triliun.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan, RAPBN 2027 dirancang dengan fokus pada delapan klaster prioritas. Fokus tersebut mencakup kemandirian energi, kesehatan, kedaulatan pangan, hilirisasi hingga ketahanan bencana.

Baca Juga: Megawati: Saya Loh yang Bikin BPJS untuk Rakyat Jelata, tapi Sekarang Mulai Diotak-atik

Pemerintah juga memasukkan upaya mendorong sekaligus menjaga daya beli masyarakat sebagai bagian dari arah kebijakan anggaran tahun depan.

"Apa yang didesain Bapak Presiden yang dipresentasikan di DPR hampir pasti akan bisa direalisasikan dengan memanfaatkan pengalaman kita yang sudah cukup baik selama ini," kata Purbaya.

Di sisi pendapatan, pemerintah menargetkan penerimaan negara pada 2027 mencapai Rp3.426 triliun. Angka tersebut berarti tumbuh 6,8 persen.

Target pendapatan tersebut sekaligus diarahkan untuk menjaga defisit anggaran tetap terkendali. Pemerintah menargetkan defisit RAPBN 2027 berada di level 2,40 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri