Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

RS Harapan Bunda Resmikan KIDOS, Hadirkan Layanan Tumbuh Kembang Anak Terpadu

RS Harapan Bunda Resmikan KIDOS, Hadirkan Layanan Tumbuh Kembang Anak Terpadu Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

RS Harapan Bunda meresmikan KIDOS (Klinik/Layanan Tumbuh Kembang Anak Terpadu), Sabtu (15/8/2026), sebagai layanan unggulan untuk mendukung deteksi dini dan penanganan berbagai persoalan tumbuh kembang anak secara komprehensif.

KIDOS mengintegrasikan pemeriksaan medis, psikologis, hingga terapi dalam satu alur pelayanan. Konsep tersebut dirancang agar anak memperoleh evaluasi dan intervensi sesuai dengan kebutuhannya secara menyeluruh dan berkesinambungan.

Peresmian KIDOS dilakukan Direktur RS Harapan Bunda, dr. Cecilia Naritha, MARS, bersama Kepala Divisi Pelayanan Medis (Kadiv Yanmed), dr. Karoline Sidharta, dan Ketua KSM Anak RS Harapan Bunda, dr. Muhidin, SpA, di Aula RS Harapan Bunda.

Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 100 peserta yang terdiri atas orang tua dan anak dari komunitas, rekanan, pasien anak RS Harapan Bunda, serta sejumlah sekolah.

KIDOS dirancang dengan pendekatan komprehensif, multidisiplin, dan berpusat pada anak. Layanan ini mempertemukan dokter subspesialis anak, dokter spesialis anak, psikolog klinis, serta spesialis rehabilitasi medik dalam satu rangkaian pelayanan.

“Melalui KIDOS, kami ingin menghadirkan layanan tumbuh kembang yang tidak hanya berfokus pada pemeriksaan, tetapi juga memastikan anak mendapatkan evaluasi dan intervensi yang sesuai kebutuhannya secara menyeluruh dan berkesinambungan,” ujar dr. Cecilia Naritha.

Menurut Cecilia, tumbuh kembang anak merupakan aspek penting yang perlu mendapat perhatian sejak dini. Gangguan yang tidak terdeteksi dan tidak ditangani dapat berdampak pada berbagai aspek perkembangan anak, termasuk kemampuan belajar, komunikasi, interaksi sosial, hingga kemandirian.

Periode emas tumbuh kembang anak berlangsung sejak dalam kandungan hingga usia lima tahun. Karena itu, orang tua diharapkan tidak menunggu hingga keterlambatan perkembangan semakin jauh untuk melakukan pemeriksaan.

Ketua KSM Anak RS Harapan Bunda, dr. Muhidin, SpA, mengatakan deteksi dini menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung tumbuh kembang anak. Ketika orang tua menemukan tanda perkembangan yang dirasakan tidak sesuai dengan usia anak, evaluasi dapat dilakukan sedini mungkin.

“Deteksi dini sangat penting. Ketika ada tanda-tanda perkembangan anak yang dirasakan tidak sesuai dengan usianya, sebaiknya segera dilakukan evaluasi. Semakin cepat diketahui, semakin cepat pula intervensi yang dapat diberikan,” kata dr. Muhidin.

KIDOS Hadirkan Layanan Tumbuh Kembang dalam Satu Atap

KIDOS menyediakan layanan yang mencakup skrining dan deteksi dini tumbuh kembang, asesmen psikologis, terapi wicara, terapi okupasi dan fisik, intervensi perilaku, hingga konsultasi gizi tumbuh kembang.

Pelayanan dilakukan melalui rangkaian tahapan yang saling terintegrasi. Proses dimulai dengan skrining awal oleh dokter spesialis anak, kemudian dilanjutkan dengan asesmen multidisiplin dan diagnosis terpadu.

Setelah itu, anak dapat memperoleh terapi atau intervensi sesuai kebutuhannya, disertai monitoring dan evaluasi secara berkala.

Tim inti KIDOS terdiri atas dr. Arifianto, SpA(K), Konsultan Neurologi Anak; dr. Bina Akura, SpA(K), Konsultan Endokrinologi Anak; dr. Titis, SpA(K), Konsultan Gizi Metabolik Anak; Saswi, M.Psi., Psikolog, Psikolog Klinis; serta dr. Martin, SpKFR, Spesialis Rehabilitasi Medik.

Layanan tersebut juga didukung KSM Anak RS Harapan Bunda yang terdiri atas dr. Dewi Mutiati, SpA; dr. Ayu Wina Karinsari, SpA; dr. Ni Kadek Elmy, SpA; dr. Sri Wahyu Herlina, SpA; dr. Samuel, SpA; dr. Fisaura Unsa, SpA; dr. Alhan Rao, SpBA; dr. Veronika Manurung, SpBA; serta dr. Muhidin, SpA.

Orang Tua Diminta Peka terhadap Perkembangan Anak

Dalam layanan KIDOS, orang tua juga diajak lebih peka terhadap berbagai tanda yang dapat menjadi alasan untuk melakukan konsultasi tumbuh kembang.

Beberapa di antaranya adalah keterlambatan berbicara atau berkomunikasi, keterlambatan kemampuan motorik seperti duduk dan berjalan, kesulitan melakukan kontak mata atau berinteraksi sosial, perilaku berulang, serta kesulitan fokus dan mengikuti instruksi.

Anak yang memiliki riwayat kelahiran prematur atau berat badan lahir rendah juga dapat memperoleh evaluasi tumbuh kembang lebih dini sesuai kebutuhan.

“Orang tua tidak perlu menunggu anak mengalami keterlambatan yang jauh. Ketika muncul kekhawatiran mengenai perkembangan anak, konsultasi dapat dilakukan untuk memastikan apakah perkembangan tersebut masih sesuai tahapan usianya atau membutuhkan intervensi,” ujar dr. Muhidin.

Edukasi Tumbuh Kembang Anak

Peresmian KIDOS juga dirangkai dengan diskusi panel yang menghadirkan dokter spesialis dan subspesialis anak serta psikolog. Diskusi membahas berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan keluarga, mulai dari gangguan pertumbuhan, autisme, hingga pengaruh penggunaan gawai terhadap perkembangan anak.

Dr. dr. Bina Akura, SpA(K), membawakan materi mengenai “Gangguan Pertumbuhan pada Anak”. Sementara itu, dr. Arifianto, SpA(K), membahas “Mengenal Autism pada Anak: Deteksi Dini, Diagnosis, dan Pendampingan yang Tepat”.

Psikolog Saswi Ariyanti, Sp.Psi., M.Psi., Psikolog, turut memberikan materi mengenai pengaruh penggunaan gawai terhadap perkembangan anak.

Rangkaian acara peresmian juga diisi berbagai kegiatan ramah anak, seperti lomba merangkak untuk usia 6–12 bulan, lomba estafet bola warna, hiburan sulap dan badut, serta layanan skrining tumbuh kembang gratis bagi peserta terpilih.

Melalui KIDOS, RS Harapan Bunda menegaskan komitmennya dalam menghadirkan layanan tumbuh kembang anak yang mengutamakan deteksi dini, evaluasi menyeluruh, intervensi individual, serta pemantauan secara berkelanjutan.

Dengan konsep “satu atap, tim lengkap”, KIDOS diharapkan dapat menjadi akses bagi keluarga untuk memperoleh layanan dan pendampingan tumbuh kembang anak secara lebih mudah, terarah, dan berkesinambungan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: