Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Turis Israel Diusir Pemilik Gym di Bali, Pihak Imigrasi Denpasar Bakal Telusuri

Turis Israel Diusir Pemilik Gym di Bali, Pihak Imigrasi Denpasar Bakal Telusuri Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan perseteruan antara pemilik pusat kebugaran atau gym di Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, dengan tiga warga negara asing (WNA) yang diduga berkaitan dengan militer Israel.

Viralnya video tersebut kini tengah ditelusuri pihak Imigrasi Kelas I TPI Denpasar dan kepolisian. Kedua pihak melakukan pengecekan terkait identitas serta dugaan bahwa tiga WNA tersebut merupakan anggota Israel Defense Forces (IDF) atau militer Israel.

Kasi Teknologi, Informasi dan Komunikasi Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar Putu Suhendra mengatakan pihaknya akan mengecek informasi yang beredar. Hal serupa disampaikan Kapolsek Ubud I Wayan Putra Antara yang juga menyatakan akan melakukan pengecekan.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @filaasteni, pemilik gym terlihat menegur tiga pengunjung tersebut. Ia menyebut salah satu dari mereka telah bersikap tidak sopan terhadap staf gym.

Perseteruan bermula ketika tiga pria berkewarganegaraan Israel datang ke tempat kebugaran tersebut. Pemilik gym kemudian mendatangi mereka setelah menerima laporan dari staf mengenai perilaku salah satu pengunjung yang dinilai kasar.

Dalam klarifikasi lanjutan, pemilik gym menjelaskan bahwa dirinya kemudian menanyakan kewarganegaraan ketiga pria tersebut. Dari percakapan itu, ia menyebut mengetahui bahwa ketiganya merupakan warga Israel dan tergabung dalam IDF.

Pemilik gym juga menyebut ketiga WNA tersebut masuk ke Indonesia dengan menggunakan paspor negara lain, bukan paspor Israel. Informasi tersebut menjadi salah satu alasan yang disampaikan dalam video ketika ia meminta ketiganya meninggalkan tempat kebugaran.

Pemilik gym kemudian menegaskan bahwa pihaknya tidak melayani warga Israel, personel IDF, maupun pengunjung yang bersikap kasar kepada staf.

Dalam video tersebut, pemilik gym juga menyampaikan sikap moralnya terkait dugaan keterkaitan para pengunjung dengan IDF. Pernyataan itu disampaikan saat ia menegur ketiga WNA tersebut.

Baca Juga: Israel Serang Suriah karena Turki, AS Tenangkan Semua Pihak

Buntut pengusiran itu, pihak gym mengaku mendapat ulasan bintang satu di Google Review dari pihak yang bersangkutan. Dalam ulasan tersebut, pemilik gym dituding bersikap rasis dan melakukan diskriminasi berdasarkan agama.

Pemilik gym membantah tudingan tersebut. Ia menyatakan penolakan yang dilakukan bukan ditujukan kepada agama tertentu, melainkan kepada warga Israel dan personel IDF serta pengunjung yang dinilai bersikap kasar terhadap staf.

Sementara itu, dugaan mengenai identitas dan status ketiga WNA tersebut masih dalam proses pengecekan oleh pihak Imigrasi Kelas I TPI Denpasar dan Polsek Ubud.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: