Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Jalan Rusak, Sekolah Ambruk, BPJS Mandek: Dedi Mulyadi Ungkap PR Jawa Barat

Jalan Rusak, Sekolah Ambruk, BPJS Mandek: Dedi Mulyadi Ungkap PR Jawa Barat Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Warta Ekonomi, Jakarta -

Memasuki usia ke-81 tahun Provinsi Jawa Barat, Gubernur Dedi Mulyadi mengakui pemerintah daerah belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Ia menegaskan masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki.

"Kekurangannya banyak sekali, pencapaiannya belum sesuai dengan harapan. Untuk itu kami akan terus berusaha dan bekerja agar seluruh harapan itu bisa terwujud," ucapnya, dikutip Kamis (20/8).

Dalam hal infrastruktur, ia menegaskan bahwa kondisi jalan provinsi relatif lebih baik, tetapi masih banyak jalan kabupaten dan desa yang rusak sehingga ia berharap para bupati dan kepala desa memiliki anggaran memadai untuk memperbaikinya.

Di bidang pendidikan, Dedi menyoroti masih adanya SD dan SMP yang rusak serta keterbatasan ruang belajar di SMA dan SMK sehingga menurutnya pembangunan sekolah baru mutlak diperlukan agar warga Jawa Barat bisa menempuh pendidikan.

"Kita harus terus membangun sekolah-sekolah baru agar di Jawa Barat rakyatnya bisa sekolah minimal sampai SMA dan SMK," ujar Dedi.

Baca Juga: Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Itu Semua Kesalahan Saya

Untuk sektor kesehatan, ia mengungkapkan masih ada warga yang datang ke rumah sakit tanpa BPJS Kesehatan maupun warga yang sudah memiliki BPJS tetapi penyakitnya tidak termasuk dalam layanan yang ditanggung sehingga akses kesehatan tetap menjadi pekerjaan rumah besar.

Sementara itu, di bidang lingkungan, Dedi menekankan masalah gunung gundul, sungai penuh sampah, dan abrasi pesisir yang harus segera diatasi melalui pembangunan fasilitas pengelolaan sampah yang bisa diubah menjadi energi listrik serta upaya mencegah pencemaran sungai dan udara agar kualitas hidup masyarakat tidak rusak.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya