Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Gempa M7,7 Flores Bukan Efek Gelar Jokowi, Dede: Narasi Tak Berdasar

Gempa M7,7 Flores Bukan Efek Gelar Jokowi, Dede: Narasi Tak Berdasar Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Mantan Komisaris PT Pelni, Dede Budhyarto, menegaskan bahwa gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), tidak ada kaitannya dengan penolakan gelar adat Sesepuh Raja-Raja Timor yang diberikan kepada Presiden Joko Widodo.

Menurut Dede, narasi yang mengaitkan gempa dengan isu politik atau supranatural tidak memiliki dasar ilmiah. Ia menekankan bahwa gempa tersebut merupakan peristiwa tektonik murni akibat aktivitas Sesar Naik Busur Belakang Flores, sama seperti gempa besar yang pernah terjadi di wilayah itu pada 1992.

BMKG juga sudah menjelaskan secara ilmiah bahwa gempa bukan “kualat” atau hukuman, melainkan murni gerakan lempeng bumi. 

"Mengaitkan gempa bumi M7,7 di Flores (15 Agustus 2026) dgn penolakan gelar adat Sesepuh Raja-Raja Timor yang diterima Jokowi awal Agustus adalah narasi yang tidak berdasar," tulis Dede di akun X pribadinya, dikutip Kamis (20/8).

Ia menambahkan, polemik soal gelar adat memang sempat muncul, termasuk dari kalangan PDIP dan tokoh adat maupun Katolik, tetapi menghubungkannya dengan bencana alam hanya menambah kebisingan yang tidak membantu.

Dede mengingatkan bahwa masyarakat di Flores, Manggarai, Nagekeo, dan sekitarnya saat ini justru membutuhkan bantuan nyata berupa logistik, tempat tinggal sementara, layanan kesehatan, serta pemulihan infrastruktur. Ribuan orang terdampak, puluhan meninggal, dan ratusan mengalami luka.

Baca Juga: FPP TNI Tambah Rp100 Juta, Hadiah Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp1,15 Miliar

"Lebih bijak fokus ke aksi nyata daripada terus menghidupkan perdebatan politik-supernatural/berbau klenik. Pemerintah pusat sudah menurunkan bantuan & membentuk posko, tapi dukungan masyarakat luas tetap sangat dibutuhkan," ujarnya.

Berdasarkan analisis BMKG, gempa M7,7 di Flores dipicu oleh patahan aktif Flores Back-Arc Thrust dengan mekanisme pergerakan naik. Kedalaman hiposenter hanya sekitar 10–15 kilometer di bawah permukaan laut, sehingga deformasi batuan di dasar laut terjadi signifikan. Patahan dangkal dengan gaya tekan besar inilah yang memicu guncangan destruktif di darat sekaligus gelombang tsunami di pesisir Flores.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya