Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

'Lucu Agak Gak Lazim', Sarwendah Respons Ruben Onsu Mau Audit Nafkah Rp200 Juta

'Lucu Agak Gak Lazim', Sarwendah Respons Ruben Onsu Mau Audit Nafkah Rp200 Juta Kredit Foto: Instagram/sarwendah29
Warta Ekonomi, Jakarta -

Perseteruan Ruben Onsu dan Sarwendah setelah perceraian kembali memanas. Kali ini, persoalan yang mencuat bukan hanya soal hak asuh anak, tetapi juga transparansi penggunaan nafkah Rp200 juta per bulan yang diberikan Ruben untuk kebutuhan anak-anak mereka.

Pihak Sarwendah akhirnya buka suara setelah kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, mengungkap adanya langkah hukum yang mengarah pada audit terhadap penggunaan dana tersebut. Namun, kubu Sarwendah justru menilai permintaan audit tersebut terasa tidak lazim jika diterapkan pada kebutuhan sehari-hari anak.

Meski begitu, kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, menegaskan kliennya tidak keberatan apabila audit benar-benar dilakukan. Bahkan, pihaknya mengaku siap memberikan laporan serta bukti penggunaan dana yang selama ini dikelola untuk kebutuhan anak-anak.

Baca Juga: Sarwendah: Kalau Ruben Onsu Ngotot Audit Nafkah, Kita Juga Mau Audit Masalah...

"Kami siap untuk menyampaikan pertanggungjawaban pelaporan terhadap itu ya. Saya pastikan sekali lagi, kami siap menyampaikan pertanggungjawaban pelaporan terkait dengan biaya yang pernah diberikan," kata Chris Sam Siwu di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (19/8/2026).

Chris menjelaskan, uang yang diberikan Ruben bukanlah nafkah untuk kepentingan pribadi Sarwendah. Dana tersebut diperuntukkan bagi kebutuhan anak-anak. Ia juga mengatakan pihak Sarwendah telah melakukan pencatatan terhadap berbagai pengeluaran sebelum menyampaikan kebutuhan tersebut kepada Ruben.

Karena itu, Chris merasa permintaan audit untuk setiap pengeluaran kebutuhan anak terlalu berlebihan. Ia bahkan melontarkan sindiran dengan membandingkan audit perusahaan dengan pengeluaran sederhana anak sehari-hari.

"Tetapi ya lucu aja ya, audit itu kan biasa untuk perusahaan, untuk karyawan. Kalau yang mereka lakukan ini untuk kehidupan anak, anak makan bakso di pinggir jalan lalu diminta bon bakso, ini kan agak menurut saya agak gak lazimlah buat kami lawyer," ujar Chris Sam Siwu.

Baca Juga: Sarwendah Bongkar Chat ke Ruben Onsu, Tak Terima Dituduh Batasi Anak Bertemu Ayah

Kendati menganggap permintaan tersebut tidak lazim, pihak Sarwendah memastikan tidak akan menghalangi proses audit. 

"Klien kami tegaskan tidak keberatan itu (audit nafkah) dilakukan. Klien kami gak ada masalah karena semua buktinya ada," tegas Chris Sam Siwu.

Sementara itu, Minola Sebayang sebelumnya telah menegaskan bahwa rencana audit tersebut tidak muncul karena pihak Ruben menuduh Sarwendah melakukan penyalahgunaan uang. Menurutnya, permintaan tersebut lebih berkaitan dengan kebutuhan transparansi atas dana yang diberikan untuk anak-anak.

“Bukan karena ada indikasi, bukan karena ada kecurigaan, nggak. Ini permintaan yang saya kira normal-normal saja,” kata Minola Sebayang di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (12/8/2026).

“Kita nggak usah bicara masalah indikasi. Kita bicara masalah kelaziman saja," tegas Minola.

Ia kemudian menjelaskan bahwa pihak yang dipercaya mengelola keuangan untuk kepentingan orang lain, termasuk anak, pada prinsipnya memiliki tanggung jawab untuk memberikan penjelasan mengenai penggunaan dana tersebut.

"Kelazimannya kan kalau kita sebagai wali atau sebagai orang yang dipercaya untuk mengelola satu keuangan untuk kepentingan orang lain, dalam hal ini anak, kan kita harus pertanggungjawaban kan?” lanjutnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Tag Terkait: