BNPB Ungkap Tantangan Distribusi Bantuan Gempa NTT: Pengungsi Tersebar di Banyak Lokasi
Kredit Foto: Pupuk Kaltim
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menghadapi tantangan dalam menyalurkan bantuan kepada warga terdampak gempa bumi Magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pasalnya, ribuan warga memilih mengungsi secara mandiri di berbagai lokasi sehingga proses pendataan dan distribusi logistik tidak bisa dilakukan hanya melalui satu titik pengungsian.
Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari mengatakan pola pengungsian yang tersebar menjadi salah satu perhatian pemerintah dalam penanganan pascagempa. Terlebih, sebagian warga masih bertahan di lokasi pengungsian karena gempa susulan terus terjadi sejak Sabtu (15/8/2026).
"Ini menjadi perhatian kita. Tentu saja, selain pendataan bangunan yang rusak terus kita lakukan, tetapi masyarakat yang masih mengungsi karena kita lihat banyak anak-anak, banyak ibu-ibu, banyak lansia juga yang akan kita pastikan selama nanti masih ada pengungsi-pengungsi mandiri ini kita sekali lagi pastikan kebutuhan makanan dan permakanan terpenuhi," ujar Abdul dalam keterangan Bakom, Kamis (20/8/2026).
BNPB memastikan kondisi tersebut tidak membuat warga yang mengungsi secara mandiri luput dari bantuan pemerintah. Kebutuhan dasar seperti pangan, sandang, makanan, serta perlengkapan non-pangan tetap akan disalurkan selama masyarakat masih membutuhkan.
"Tentu saja kita akan pastikan masyarakat terdampak di sini menerima bantuan pangan dan kebutuhan sandang, kebutuhan dasar permakanan dan non-permakanan kita pastikan terpenuhi di sini," kata Abdul.
Untuk mempercepat distribusi, BNPB bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di sejumlah kabupaten terdampak terus menyalurkan logistik kepada masyarakat. Pemerintah juga membangun pola distribusi melalui dua pos pendukung logistik utama yang berada di Labuan Bajo dan Maumere.
Sejak Sabtu (15/8) hingga Rabu (19/8) pagi, pemerintah atas instruksi Presiden Prabowo Subianto telah mengirimkan 253 ton logistik ke wilayah terdampak gempa. Bantuan tersebut terdiri atas makanan, minuman, tenda, perlengkapan kesehatan, serta berbagai kebutuhan dasar lainnya.
Dari pos logistik di Labuan Bajo, bantuan disalurkan ke Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, dan Ngada. Sementara dari Maumere, distribusi diarahkan ke Kabupaten Sikka, Ende, dan Nagekeo.
Selain bantuan pemerintah, BNPB juga mencatat adanya dukungan dari masyarakat dan berbagai pihak lainnya. Hingga Rabu (19/8) malam, sebanyak 646 ton donasi telah diterima dan siap didistribusikan ke wilayah yang membutuhkan.
Tantangan distribusi menjadi semakin penting karena kondisi warga di lapangan tidak seragam. Sebagian masyarakat berada di lokasi pengungsian yang telah terdata, sementara lainnya memilih bertahan secara mandiri di titik-titik yang dianggap lebih aman dari ancaman gempa susulan.
Karena itu, BNPB meminta pemerintah daerah memperkuat pendataan sekaligus memastikan kebutuhan warga di setiap lokasi terpantau. Pos komando yang dipimpin pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan BNPB dan BPBD untuk menentukan wilayah yang membutuhkan bantuan.
Baca Juga: Tas Chanel Iriana Jokowi di HUT RI, Harganya Disebut Bisa Bangun 10 Rumah Korban Gempa NTT
Di sisi lain, penanganan gempa NTT masih menghadapi dampak korban yang cukup besar. Hingga kini, jumlah korban meninggal dunia tercatat mencapai 75 orang, sementara korban luka berat dan luka ringan mencapai 931 orang.
Korban tersebar di tujuh kabupaten di Pulau Flores dengan jumlah terbanyak berada di Kabupaten Manggarai. Di wilayah tersebut tercatat 27 orang meninggal dunia, 32 orang mengalami luka berat, dan 104 orang mengalami luka ringan, dengan sebagian besar korban berada di wilayah Reo.
BNPB menegaskan distribusi bantuan akan terus dilakukan selama kebutuhan warga terdampak masih ada. Pemerintah juga akan menyesuaikan penyaluran berdasarkan hasil pendataan agar bantuan tidak hanya tersedia dalam jumlah besar, tetapi benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama