Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

PM Malaysia Sebut Taiwan Bagian dari China, Beijing Sambut dengan Gembira

PM Malaysia Sebut Taiwan Bagian dari China, Beijing Sambut dengan Gembira Kredit Foto: Antara/Rafiuddin Abdul Rahman
Warta Ekonomi, Jakarta -

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan Taiwan merupakan bagian dari China. Pernyataan tersebut langsung mendapat sambutan positif dari pemerintah China.

Anwar menyampaikan sikap tersebut dalam wawancara dengan Al Jazeera pada Senin (17/8). Ia juga mendukung prinsip "Satu China" yang menjadi dasar klaim Beijing atas Taiwan.

"Saya memandang Taiwan sebagai bagian dari China, titik," ujar Anwar Ibrahim.

Anwar menilai persoalan Taiwan harus dilihat dalam konteks prinsip satu China. Ia menyebut prinsip tersebut telah diakui oleh berbagai pihak.

"Kita mungkin tidak sependapat dengan... Ada hal-hal yang berlebihan. Ya, silakan sampaikan pandangan Anda. Namun, hal itu harus dilakukan dalam konteks tersebut. Prinsipnya adalah satu China. Hal ini diakui oleh semua pihak," katanya lagi.

Anwar bahkan tidak mempermasalahkan kemungkinan China menggunakan kekuatan militer terhadap Taiwan. Menurutnya, tindakan tersebut dapat dilakukan apabila upaya reunifikasi secara damai gagal.

"Saya akan menggunakan Malaysia sebagai contoh. Jika satu provinsi memutuskan untuk memisahkan diri, apakah kita akan menggunakan kekerasan? Saya rasa saya akan mempertahankan keutuhan dan persatuan bangsa," tutur Anwar.

Ketika ditanya apakah Malaysia akan menggunakan kekerasan jika terjadi upaya pemisahan diri, Anwar memberikan jawaban tegas. "Ya Jika tidak, (negara ini) akan terpecah-belah," jawabnya.

Prinsip "Satu China" menyatakan hanya ada satu negara China. Beijing menggunakan prinsip tersebut untuk menegaskan Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya.

Pemerintah Taiwan menolak klaim Beijing tersebut. China sendiri tidak pernah mengesampingkan penggunaan kekuatan militer untuk menguasai Taiwan.

China menyatakan lebih memilih penyatuan kembali secara damai. Beijing tetap mempertahankan opsi militer apabila upaya tersebut tidak berhasil.

Malaysia sebelumnya juga telah menyatakan dukungan terhadap prinsip "Satu China". Pada 2025, Kementerian Luar Negeri Malaysia menegaskan Beijing sebagai satu-satunya pemerintah yang sah bagi China.

Kuala Lumpur juga menyebut Taiwan sebagai wilayah yang tidak terpisahkan dari Republik Rakyat China. Malaysia menegaskan tidak akan mendukung seruan kemerdekaan Taiwan.

Pemerintah China langsung mengapresiasi pernyataan Anwar. Beijing menilai sikap tersebut menunjukkan dukungan terhadap prinsip "Satu China".

"China mengapresiasi pernyataan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengenai isu Taiwan serta sikap tegasnya terhadap prinsip Satu China. Tidak ada yang akan menghalangi reunifikasi China," tulis Kementerian Luar Negeri China di akun X.

Baca Juga: Taiwan Kecam Latihan China-Indonesia di Dekat Wilayahnya, Ini Sikap TNI AL

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian juga menyambut pernyataan Anwar. Ia menyebut prinsip "Satu China" mencerminkan aspirasi publik dan keberpihakan pada kebenaran.

"Hanya ada satu China di dunia dan Taiwan merupakan bagian tak terpisahkan dari wilayah Tiongkok," ujar Lin dalam jumpa pers rutin pada Rabu, seperti dilaporkan Xinhua.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy