Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

IHSG Berpotensi Lanjutkan Kenaikan jika Bertahan di Atas 6.500

IHSG Berpotensi Lanjutkan Kenaikan jika Bertahan di Atas 6.500 Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (21/8/2026), apabila mampu bertahan di atas level 6.500. Namun, investor tetap perlu mewaspadai tekanan dari sentimen eksternal, terutama kenaikan imbal hasil US Treasury.

Dalam riset hariannya, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG masih memiliki ruang untuk melanjutkan kenaikan dengan level 6.500 menjadi area penting yang perlu dipertahankan. 

"Jika level tersebut mampu bertahan, peluang penguatan indeks dinilai masih terbuka," tulis riset Phintraco Sekuritas.

Dari pasar global, indeks-indeks utama di bursa Wall Street ditutup melemah pada Kamis (20/8/2026). Koreksi tersebut dipicu oleh kembali meningkatnya yield US Treasury. 

"Kenaikan imbal hasil obligasi Amerika Serikat meningkatkan kekhawatiran terhadap tingginya biaya pinjaman yang harus ditanggung perusahaan," jelas riset Phintraco Sekuritas.

Yield US Treasury tenor 10 tahun tercatat naik lebih dari 5 basis poin menjadi 4,704% pada Kamis (20/8). Pergerakan yield tersebut menjadi salah satu sentimen yang perlu dicermati investor karena dapat memengaruhi aliran dana ke aset berisiko, termasuk saham.

Baca Juga: Batas Minimum Harga Saham Jadi Rp1, Ini Alasan BEI

Baca Juga: BEI Suspensi 5 Saham, WIKA hingga AGAR Kena Setop

Baca Juga: Soal Keputusan FTSE Russell, Ini Respons BEI

Di sisi komoditas, harga minyak mentah justru ditutup menguat lebih dari 2% pada perdagangan 20 Agustus. Sementara itu, harga emas spot terkoreksi tipis 0,1% ke level US$4.516 per troy ounce.

Selain sentimen global, pelaku pasar domestik juga mencermati sejumlah rencana perubahan aturan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI). BEI berencana mengubah batas minimum harga saham di pasar reguler dan pasar tunai dari Rp50 menjadi Rp1 per saham.

"BEI juga berencana menghapus sejumlah kriteria pada Papan Pemantauan Khusus serta menyesuaikan klasifikasi batasan auto rejection. Perubahan tersebut berpotensi memengaruhi dinamika perdagangan sejumlah saham di pasar domestik," ungkap Phintraco Sekuritas.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan