Kredit Foto: Akun X @Hilmi28
Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkap dirinya menolak tawaran untuk menduduki jabatan lain di pemerintahan setelah dicopot dari posisi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) pada periode pertama pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Anies mengatakan, ketika diberi kesempatan menyampaikan keinginan untuk mendapatkan tugas atau posisi lain, ia memilih tidak mengajukan permintaan apa pun. Sikap tersebut diambil setelah dirinya mengetahui akan masuk dalam daftar menteri yang terkena reshuffle.
Cerita itu disampaikan Anies saat menjadi tamu dalam siniar di kanal YouTube NOTASLIMBOY TV yang tayang pada 12 Agustus 2026.
Anies menuturkan, sehari sebelum pengumuman reshuffle kepada publik, ia mendapat telepon dari ajudan Presiden yang memintanya datang ke Istana. Untuk menjaga kerahasiaan, ia diarahkan masuk melalui Jalan Merdeka Utara, bukan pintu Jalan Veteran yang biasa digunakan para menteri.
"Saya masuknya lewat Merdeka Utara yang ada kolam air mancur bundar itu. Itu tempat biasanya kalau Pak Presiden panggil untuk pertemuan private," ungkap Anies.
Setibanya di Istana, Anies terlebih dahulu bertemu Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Keduanya menyampaikan bahwa Presiden akan melakukan reshuffle dan Anies termasuk menteri yang akan diganti.
Dalam pertemuan tersebut, pihak Istana kemudian menanyakan apakah Anies memiliki aspirasi untuk mendapatkan tugas lain setelah tidak lagi menjabat sebagai Mendikbud.
"Saya sampaikan tidak ada. Saya tidak punya aspirasi barangkali mau tugas lain, enggak ada. Saya sudah siap," tegas Anies.
Keputusan Anies untuk tidak meminta jabatan lain disebut berkaitan dengan kesiapannya menghadapi kemungkinan reshuffle. Menurut dia, isu perombakan kabinet memang sudah berembus cukup lama.
Bahkan, saat datang ke Istana, Anies telah membawa dokumen laporan kegiatan kementerian hingga bulan tersebut. Dokumen itu kemudian diserahkannya kepada Presiden Jokowi ketika mereka bertemu secara langsung.
Anies mengatakan laporan tersebut merupakan bentuk pertanggungjawaban atas tugas yang telah dijalankannya sekaligus untuk diteruskan kepada menteri yang menggantikannya.
Ia menggambarkan sikapnya saat itu seperti seorang senopati atau panglima perang yang mengikuti keputusan pimpinan.
"Kalau pimpinan mengatakan Anda ditarik ke belakang, ya sudah kita jalani. Jadi saya bilang, saya terima kasih dapat kehormatan untuk bertugas di pendidikan kebudayaan, dan saya tidak ada aspirasi. Begitu saja, sudah," tuturnya.
Anies juga mengungkapkan bahwa dirinya tidak merasa kecewa setelah dicopot dari jabatan Mendikbud. Sebaliknya, ia mengaku justru merasakan kelegaan.
Menurut Anies, orang-orang yang bertemu dengannya setelah peristiwa tersebut juga melihat dirinya dalam kondisi rileks. Ia mengaku tidak menyimpan dendam ataupun penyesalan setelah sekitar satu setengah tahun mengemban tugas sebagai Mendikbud.
"Waktu itu tuh saya merasanya agak ada leganya, walaupun enggak tahu kenapa. Boleh tanya pada siapa pun yang pada saat itu ketemu saya, semuanya bilang rileks banget. Saya sudah yakin betul kalau hal yang di luar kendali kita, ah itu Tuhan punya rencana sempurna," pungkasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: