Kredit Foto: Instagram/aniesbaswedan
Mantan Gubernur DKI Jakarta sekaligus mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan, menegaskan dirinya tidak menyesal pernah membantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada masa lalu.
Pernyataan tersebut disampaikan Anies saat menjadi bintang tamu dalam siniar di kanal YouTube NOTASLIMBOY TV yang pada 12 Agustus 2026. Anies merespons pertanyaan mengenai ada tidaknya rasa penyesalan atau bersalah karena pernah ikut berkontribusi membantu Jokowi.
Anies mengatakan, setiap keputusan politik harus dilihat berdasarkan situasi dan informasi yang tersedia ketika keputusan tersebut dibuat. Menurut dia, seseorang tidak bisa menilai keputusan masa lalu hanya berdasarkan perkembangan yang terjadi bertahun-tahun kemudian.
Anies menilai kemunculan Jokowi dalam Pilpres 2014 saat itu membawa harapan besar masyarakat, terutama terkait perbaikan tata kelola pemerintahan. Harapan tersebut, menurut Anies, relatif terlihat dalam pelaksanaan pemerintahan pada masa awal periode pertama Jokowi.
Ia menyebut setidaknya dalam tiga tahun pertama, aspirasi reformasi mengenai tata kelola pemerintahan masih berjalan dan Jokowi dinilai menjalankan banyak janji kampanyenya.
Namun, Anies mengakui terjadi perubahan arah setelah masa awal pemerintahan tersebut. Ia menyoroti sejumlah produk hukum yang menurutnya tidak lagi sejalan dengan aspirasi reformasi.
Beberapa di antaranya adalah Undang-Undang Cipta Kerja, revisi Undang-Undang KPK, serta revisi KUHP pada periode kedua pemerintahan Jokowi. Anies juga menyinggung perubahan terkait syarat pencalonan dalam pemilu yang dilakukan melalui putusan Mahkamah Konstitusi.
Anies kemudian meluruskan soal keterlibatannya di pemerintahan Jokowi. Ia mengatakan masa jabatannya sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan hanya berlangsung sekitar satu setengah tahun. Dengan demikian, ia sudah berada di luar pemerintahan ketika sejumlah kebijakan yang belakangan menjadi sorotan tersebut disahkan.
Baca Juga: Anies Baswedan Tolak Jabatan Lain dari Jokowi: 'Saya Tidak Punya Aspirasi'
Karena itu, Anies menolak jika keterlibatannya pada masa awal pemerintahan Jokowi kemudian dikaitkan dengan berbagai persoalan tata kelola yang muncul pada periode berikutnya.
Anies menegaskan bahwa keputusan yang dibuat seseorang pada masa lalu didasarkan pada kondisi yang diketahui saat itu. Menurut dia, tidak mungkin seseorang mengetahui seluruh perkembangan yang akan terjadi di masa depan ketika mengambil sebuah keputusan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: