Dedi Mulyadi Soal Ikut Rencana Kudeta Prabowo di Oktober: Semua Masalah Selesai Ketika Saya Datang
Kredit Foto: Biro Adpim Setda Pemdaprov Jabar
Gubernur Jawa Barat (AS) Dedi Mulyadi memberikan respons unik ketika namanya dikaitkan dengan kelompok yang disebut memiliki rencana melakukan "kudeta" terhadap Presiden Prabowo Subianto di Oktober. Alih-alih membahas isu tersebut secara konfrontatif, ia justru memelesetkan istilah kudeta menggunakan permainan bahasa Sunda.
Menurut Dedi, kata "kudeta" dapat dimaknai secara berbeda dalam konteks bahasa Sunda. Ia menyebut istilah tersebut sebagai "Ku Dedi teh anggeus". Ia secara sederhana ia terjemahkan sebagai seluruh persoalan selesai ketika dirinya datang.
Baca Juga: Upaya Prapid Kasus Ijazah Jokowi Gagal, Dokter Tifa: Pejuang Sejati Saatnya Berdiri Lebih Tegak
"Nah saya memang oleh orang Jawa Barat hari ini bener banget, Pak. Saya kudeta, Pak. ‘Ku Dedi teh anggeus’. Apa itu kudeta? Ku Dedi teh anggeus, Pak. Artinya seluruh masalah selesai ketika saya datang, itu harapan orang Jawa Barat, Pak," ujarnya dikutip Sabtu (22/8/2026).
Dedi mengungkapkan bahwa pada awalnya ia tidak berniat memberikan komentar karena namanya tidak disebut secara langsung dalam pernyataan yang beredar.
Namun, ada petunjuk tertentu yang membuatnya kemudian melakukan pengecekan kepada sejumlah orang yang lebih senior dan mengetahui konteks pembicaraan tersebut.
Dedi menyebut dirinya memperoleh informasi bahwa sosok yang dimaksud sebagai orang yang suka menggunakan kuda di Bandung adalah dirinya.
"Tadinya saya tidak akan ngomong, pak, karena bapak kan tidak menyebut nama. Nah saya crosscheck, pak, ke teman-teman saya, senior-senior saya. Dan senior saya mengatakan yang dimaksud orang suka pakai kuda di Bandung = KDM (Kang Dedi Mulyadi)," ucapnya.
Keterangan tersebut kemudian menjadi dasarnya untuk memberikan tanggapan secara terbuka. Alih-alih membenarkan adanya agenda politik sebagaimana tudingan yang dikaitkan dengannya, sang gubernur justru mengemas jawabannya dalam bentuk permainan bahasa yang bernuansa khas Jawa Barat.
Bagi Dedi sendiri, peran yang sedang dijalankannya adalah memimpin wilayahnya dan memastikan program pembangunan berjalan. Ia menutup tanggapannya dengan tetap menyampaikan apresiasi kepada pihak yang menyampaikan analisis tersebut.
"Saya ucapkan terima kasih, salam buat bapak. Semoga bapak sehat, bahagia selalu, dan tetap kritis untuk kepentingan bangsa dan negara. Hatur nuhun, bapak," ucapnya.
Sebelumnya, Said Didu menyebut bahwa dirinya mendapatkan informasi terkait afiliasi Dedi Mulyadi. Ia disebut terlibat dalam Kubu Singapura, Solo, dan Bandung atau SSB.
"Ada segitiga SSB: Singapura, Solo, Bandung," ujar Said Didu.
Ia menyebut informasi yang diperolehnya datang dari berbagai pihak. Ia juga mengklaim mendapatkan informasi dari kalangan internal.
Baca Juga: Eks Wamenkumham Peringatkan Prabowo: Jangan Terlambat atau Bersiap Digulung Kekuatan Fatimah Azzahra
"Ah, banyak sekali informasi saya yang sudah dapat sampai saat ini dipasok lihat sama kalangan-kalangan di dalam ya. Saya kan tiap hari muter aja ke mana-mana dapat informasi. Nah, dan tanda-tandanya sangat jelas," katanya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: