Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kemenhut Kerahkan 299 Manggala Agni, Selidiki Kebakaran 25 Ha di Konsesi Muba

Kemenhut Kerahkan 299 Manggala Agni, Selidiki Kebakaran 25 Ha di Konsesi Muba Kredit Foto: Antara/Nova Wahyudi
Warta Ekonomi, Palembang -

Kementerian Kehutanan mengerahkan 299 personel Manggala Agni untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan, sekaligus menyelidiki dugaan kebakaran seluas sekitar 25 hektare di areal konsesi Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) di Musi Banyuasin, Sabtu (23/8/2026).

Dari jumlah tersebut, 254 personel merupakan pasukan organik Sumatera Selatan, diperkuat 45 personel Bantuan Kendali Operasi dari Daops Sarolangun, Muara Tebo, dan Kota Jambi.

Pemadaman difokuskan di Pangkalan Lampam, Tanjung Lubuk, dan Tulung Selapan (Ogan Komering Ilir); Indralaya dan Indralaya Utara (Ogan Ilir); serta Sungai Rotan dan Gelumbang (Muara Enim). Operasi darat disokong patroli udara, water bombing, dan Operasi Modifikasi Cuaca.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto mengatakan lahan gambut menuntut penanganan berlapis.

"Pemadaman darat tetap menjadi benteng utama. Di kawasan gambut, padam di permukaan belum tentu selesai, sehingga tim Manggala Agni terus melakukan pendinginan ekstra (mopping up)," ujar Ferdian dalam keterangannya.

Bersamaan dengan itu, Balai Gakkum Kehutanan Wilayah Sumatera mendalami kebakaran di Hutan Produksi Musi Banyuasin. Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan Dwi Januanto Nugroho, yang memimpin supervisi di lokasi, menyoroti tanggung jawab pemegang izin.

Baca Juga: Gara-gara Kabut Asap Karhutla, Kasus ISPA Naik 78 Persen

Baca Juga: Prabowo Angkat Telepon Saat Rapat Karhutla, Minta Bantuan Segera Dikirim ke Kalteng

Baca Juga: Tengah Diselidiki Jadi Pemicu Karhutla, Izin 4 Perusahaan Terancam Dicabut

"Kami sedang mendalami penyebab kebakaran ini, baik unsur kelalaian, kesengajaan, maupun kepatuhan pemegang izin dalam menyiagakan sarana pencegahan. Jika ditemukan pelanggaran, pasti kami tindak tegas," kata Dwi.

Dalam kunjungan itu, Dwi juga memeriksa ketersediaan logistik, kesehatan personel, kelaikan sarana-prasarana, dan rotasi pasukan di lapangan.

"Keselamatan petugas dan pelindungan masyarakat adalah prioritas utama kami," pungkasnya.

Kemenhut menyatakan penanganan karhutla di Sumsel melibatkan sinergi dengan TNI, Polri, BNPB, BPBD, pemerintah daerah, Masyarakat Peduli Api, dunia usaha, dan relawan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dian Ihsan