Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

150 Ribu Warga Mengungsi, Prabowo Siapkan Kunjungan ke NTT: 'Pasti ke Sana'

150 Ribu Warga Mengungsi, Prabowo Siapkan Kunjungan ke NTT: 'Pasti ke Sana' Kredit Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev
Warta Ekonomi, Jakarta -

Jumlah warga yang mengungsi akibat gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus membesar hingga mencapai 150.576 orang. Di tengah situasi tersebut, Presiden Prabowo Subianto dipastikan akan segera bertolak ke NTT untuk melihat langsung penanganan bencana.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan agenda kunjungan Prabowo saat ini sedang dipersiapkan oleh Istana Kepresidenan. Namun, pemerintah belum menetapkan waktu pasti keberangkatan Presiden ke wilayah terdampak.

"Sedang dipersiapkan dalam waktu dekat," ujar Prasetyo seusai menghadiri sebuah acara di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Minggu (23/8/2026).

Prasetyo belum memastikan apakah Prabowo akan berangkat pada Senin (24/8) atau Selasa (25/8). Meski demikian, ia menegaskan Presiden akan tetap datang ke NTT.

"Insya Allah pasti akan ke sana," imbuh Prasetyo.

Rencana kunjungan tersebut muncul ketika skala dampak gempa NTT semakin besar. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Sabtu (22/8), jumlah warga yang mengungsi telah mencapai 150.576 orang.

Besarnya jumlah pengungsi tersebut tersebar di sejumlah wilayah terdampak. Kondisi ini membuat pemerintah harus memperkuat penanganan kebutuhan dasar sekaligus memastikan keselamatan masyarakat selama masa tanggap darurat.

Dampak gempa juga terlihat dari jumlah korban jiwa dan luka-luka. BNPB mencatat korban meninggal dunia tersebar di Manggarai sebanyak 31 orang, Manggarai Timur 30 orang, Nagekeo 13 orang, Sikka sembilan orang, Ngada empat orang, Ende dua orang, serta Manggarai Barat satu orang.

Selain korban meninggal dunia, sebanyak 1.298 orang mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, 336 orang tercatat mengalami luka berat dan membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Untuk menangani dampak bencana, pemerintah juga mengerahkan ribuan personel dari berbagai unsur. Sebanyak 5.832 personel TNI, 238 personel Polri, serta 903 relawan dari 104 lembaga telah diterjunkan ke wilayah terdampak.

Kehadiran Prabowo nantinya menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan penanganan di lapangan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat. Presiden sebelumnya telah meminta seluruh jajaran terkait mempercepat respons terhadap warga yang terdampak gempa.

"Kami ingin memastikan saudara-saudara kita di sana mendapatkan penanganan darurat yang cepat dan maksimal," kata Prabowo pada Minggu (16/8).

Prabowo juga meminta berbagai sektor bekerja bersama agar proses penanganan pascagempa berjalan cepat dan tepat sasaran. Ia menegaskan keselamatan warga serta pemenuhan kebutuhan dasar harus menjadi prioritas utama pemerintah.

"Keselamatan dan kebutuhan dasar warga adalah hal yang paling utama saat ini," imbuhnya.

Baca Juga: Prabowo Sendiri yang Bilang: Bisa Saja Tak Maju Lagi di 2029, Ini Alasannya

Gempa magnitudo 7,7 tersebut mengguncang wilayah NTT pada Sabtu (15/8/2026) dini hari. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami sebelum status tersebut berakhir pada pukul 07.30 WIB.

Sebelum menyiapkan kunjungan ke NTT, Prabowo terlebih dahulu meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan. Dalam agenda tersebut, Prabowo didampingi Mensesneg Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.

Setelah kunjungan ke Kalimantan, perhatian pemerintah kini kembali tertuju pada NTT yang masih menghadapi dampak besar gempa. Dengan lebih dari 150 ribu warga berada di pengungsian, kunjungan Prabowo diharapkan dapat memberikan gambaran langsung mengenai kondisi lapangan sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat terdampak terus dipenuhi.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama