Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Karhutla Way Kambas Meluas, Kemenhut Ungkap Kondisi Gajah Sumatra

Karhutla Way Kambas Meluas, Kemenhut Ungkap Kondisi Gajah Sumatra Kredit Foto: YouTube/BTN Way Kambas
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Resor Kuala Penet, Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur, berdampak pada sekitar 673 hektare lahan. Di tengah kebakaran tersebut, Kementerian Kehutanan memastikan gajah Sumatra yang berada di habitat alami maupun Pusat Konservasi Gajah tidak terdampak langsung.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan Ristianto Pribadi mengatakan kondisi gajah Sumatra masih dalam pemantauan petugas. Berdasarkan pengecekan di lapangan, lokasi keberadaan gajah berada cukup jauh dari area yang terbakar.

"Pada pemantauan petugas, gajah sumatra di habitat alami maupun di Pusat Konservasi Gajah berada jauh dari lokasi kebakaran dan tidak terdampak langsung," kata Ristianto kepada wartawan di Jakarta, Minggu (23/8/2026).

Meski demikian, petugas tetap memantau pergerakan satwa dan kondisi kawasan setelah kebakaran berhasil dikendalikan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan gajah Sumatra serta satwa liar lainnya tetap berada dalam kondisi aman.

Kementerian Kehutanan memastikan api di kawasan Resor Kuala Penet berhasil dipadamkan pada Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 19.00 WIB. Kebakaran sebelumnya diketahui terjadi sejak Jumat (21/8/2026) siang.

Luasan kawasan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 673 hektare. Namun, Ristianto menegaskan angka tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah setelah proses verifikasi lapangan selesai dilakukan.

Penanganan kebakaran melibatkan sekitar 250 personel gabungan. Mereka berasal dari Balai Taman Nasional Way Kambas, kepolisian, TNI, pemerintah daerah, mitra taman nasional, Masyarakat Mitra Polhut, kelompok tani hutan, koperasi, hingga Masyarakat Peduli Api.

Proses pemadaman tidak berlangsung mudah karena lokasi kebakaran memiliki karakteristik lahan bergambut. Kondisi tersebut membuat api membutuhkan penanganan lebih intensif karena bara dapat bertahan di dalam tanah dan berpotensi kembali memicu kebakaran.

Akses menuju sejumlah titik kebakaran juga menjadi kendala bagi petugas. Selain sumber air yang berada cukup jauh, sebagian area hanya dapat dijangkau dengan berjalan kaki.

Setelah api berhasil dipadamkan, personel gabungan tidak langsung meninggalkan lokasi. Pendinginan dan pemantauan lanjutan tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api maupun bara yang kembali menyala.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kebakaran di lahan gambut memiliki risiko berulang apabila bara di bawah permukaan tanah belum sepenuhnya padam. Karena itu, pengawasan terhadap kawasan tetap dilakukan meski api utama telah berhasil dikendalikan.

Baca Juga: Kemenhut Kerahkan 299 Manggala Agni, Selidiki Kebakaran 25 Ha di Konsesi Muba

Kepala Balai Taman Nasional Way Kambas bersama unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, dan pihak terkait juga akan meningkatkan intensitas patroli. Pengamanan kawasan tidak hanya ditujukan untuk mengantisipasi karhutla, tetapi juga mencegah perburuan dan perambahan.

Kementerian Kehutanan menilai penguatan pengamanan diperlukan untuk menjaga kawasan konservasi sekaligus habitat berbagai satwa liar yang ada di dalamnya. Masyarakat juga diminta tidak melakukan pembakaran dan segera melaporkan apabila menemukan asap atau titik api di sekitar kawasan taman nasional.

Dengan kondisi gajah Sumatra yang sejauh ini dipastikan tidak terdampak langsung, perhatian berikutnya diarahkan pada pemulihan dan pengamanan kawasan yang terbakar. Pemerintah bersama pengelola taman nasional masih harus memastikan area seluas ratusan hektare tersebut benar-benar aman dari potensi kebakaran susulan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama