Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Motor Bensin Ditargetkan Makin Irit, 1 Liter BBM Bisa untuk 100 Km

Motor Bensin Ditargetkan Makin Irit, 1 Liter BBM Bisa untuk 100 Km Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

JAKARTA – Pengembangan kendaraan listrik terus didorong pemerintah melalui program Motor Listrik Nasional (Molinas). Namun, industri sepeda motor bermesin pembakaran internal atau internal combustion engine (ICE) juga masih menyiapkan langkah untuk meningkatkan efisiensi kendaraan berbahan bakar bensin.

Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menargetkan konsumsi bahan bakar motor konvensional bisa mencapai 1 liter untuk menempuh jarak 100 kilometer pada 2029-2030.

Sekretaris Jenderal AISI Hari Budianto mengatakan, efisiensi sepeda motor terus mengalami peningkatan dalam satu dekade terakhir. Jika sekitar 10 tahun lalu sebuah motor rata-rata membutuhkan 2 liter BBM untuk menempuh 100 kilometer, kini konsumsi tersebut sudah jauh lebih rendah.

Menurut dia, rata-rata sepeda motor saat ini mampu menempuh sekitar 67 kilometer dengan 1 liter bahan bakar.

Artinya, apabila target 100 kilometer per liter dapat diwujudkan, konsumsi BBM motor secara teoritis akan turun sekitar 50 persen dibandingkan rata-rata kemampuan saat ini.

Baca Juga: Molinas Diluncurkan, Kemenperin Dorong Indonesia Tak Cuma Jadi Pasar

Baca Juga: Insentif Motor Listrik Turun Jadi Rp3 Juta, Kemenperin Tunggu Kepastian Kuota

Baca Juga: Danantara Gandeng Gojek dan Grab untuk Dorong Ekosistem Motor Listrik

Motor Dinilai Sudah Efisien

AISI menilai sepeda motor sebenarnya telah menjadi salah satu kendaraan yang relatif efisien dalam penggunaan BBM. Hal itu terlihat dari perbandingan antara jumlah sepeda motor dengan kontribusinya terhadap konsumsi bahan bakar.

Hari menyebut sepeda motor mencapai sekitar 78 persen dari total populasi kendaraan yang beroperasi di jalan. Namun, kontribusinya terhadap konsumsi BBM sektor angkutan darat hanya sekitar 28 persen.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tingginya jumlah sepeda motor tidak serta-merta membuat konsumsi BBM ikut melonjak dengan proporsi yang sama.

Meski begitu, industri masih melihat peluang untuk meningkatkan efisiensi tersebut. Pengembangan teknologi mesin menjadi salah satu cara yang disiapkan agar motor bermesin bensin tetap kompetitif di tengah perubahan menuju kendaraan rendah emisi.

Selain meningkatkan efisiensi mesin, industri juga mendorong penggunaan bahan bakar berbasis sumber daya domestik, termasuk bahan bakar nabati yang berasal dari komoditas seperti kelapa sawit dan tebu.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi industri sepeda motor ICE menghadapi percepatan elektrifikasi kendaraan di Indonesia.

Di satu sisi, pemerintah bersama BPI Danantara tengah mendorong pengembangan Molinas sebagai bagian dari transformasi kendaraan rendah emisi. Di sisi lain, produsen sepeda motor konvensional masih berupaya meningkatkan daya saing melalui teknologi mesin yang lebih irit serta penggunaan sumber energi alternatif.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Dian Ihsan