'Semua Potong Gaji Sebulan', Zulhas Perintahkan Kader PAN Bantu Korban Gempa NTT
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) membuat perhatian terhadap kondisi para korban terus menguat.
Di tengah kebutuhan bantuan yang masih besar, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) sekaligus Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan alias Zulhas mengambil langkah dengan menginstruksikan kadernya yang duduk di pemerintahan maupun parlemen untuk menyisihkan penghasilan mereka.
Zulhas meminta seluruh kader PAN yang menjabat sebagai anggota DPR hingga DPRD untuk memotong gaji selama satu bulan. Dana tersebut nantinya diarahkan untuk membantu masyarakat yang terdampak gempa di NTT.
"Kami sudah minta 1 bulan semua potong gaji untuk membantu saudara-saudara kita di NTT," kata Zulhas dalam HUT ke-28 PAN di kantor DPP PAN, Jakarta Selatan, Minggu (23/8/2026).
Baca Juga: Pecat 137 Kepala Dapur MBG, Bos BGN: Saya Bukan Sok Galak
Instruksi tersebut tidak hanya berlaku bagi anggota DPR RI. Zulhas menegaskan seluruh anggota legislatif dari PAN, mulai tingkat nasional hingga kabupaten, ikut dalam penggalangan bantuan tersebut. Para menteri juga disebut tidak luput dari kebijakan itu.
"Pokoknya setiap DPR, semua kita 1 bulan kita ambil ya untuk dibantu ke sana. DPR kita kan banyak ya, DPRD kabupaten, provinsi sampai RI sama tentu saya juga kan ada menteri-menteri ya, masa menterinya nggak dipotong," ujarnya.
Kebijakan tersebut disampaikan Zulhas bersamaan dengan ungkapan duka mendalam untuk masyarakat yang menjadi korban bencana.
Baca Juga: Media Malaysia Sorot Upaya Pemerintah RI Tangani Kabut Asap Imbas Karhutla Kalimantan
Zulhas juga mengungkapkan dirinya telah datang langsung ke NTT sekitar tiga hari sebelum pernyataan tersebut disampaikan. Dalam kunjungan itu, ia mengaku turut menyalurkan sejumlah bantuan bagi masyarakat terdampak.
"Saya sudah mulai berkunjung waktu tanggal berapa itu? 3 hari yang lalu saya sudah ke sana, sudah berkunjung ke sana. Bantuan baik dalam bentuk makanan pakaian juga uang. Itu saudara-saudara," ungkap Zulhas. ungkapnya.
Besarnya perhatian terhadap korban gempa tidak lepas dari dampak bencana yang cukup luas. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Minggu, 23 Agustus 2026, gempa bumi M7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026 telah menyebabkan 91 orang meninggal dunia.
Selain korban meninggal, sebanyak 1.286 orang dilaporkan mengalami luka-luka. Sementara itu, jumlah warga yang harus mengungsi mencapai 161.084 jiwa.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri