Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bukan Cuma Survei, Ini 4 Modal Politik Dedi Mulyadi Sampai Disebut Ancaman Prabowo

Bukan Cuma Survei, Ini 4 Modal Politik Dedi Mulyadi Sampai Disebut Ancaman Prabowo Kredit Foto: Biro Adpim Setda Pemdaprov Jabar
Warta Ekonomi, Jakarta -

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi disebut-sebut sebagai ancaman bagi Presiden Prabowo Subianto di Pilpres 2029 karena elektabilitasnya yang lebih tinggi.

Pegiat media sosial Mazdjo Pray menilai Dedi Mulyadi, atau yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM), memiliki empat modal politik penting. Salah satunya adalah popularitas tinggi yang tercermin dalam survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) dan Indikator Politik Indonesia (IPO).

"Kita lihat karakter politiknya ya. Dedi Mulyadi itu punya apa sih? KDM itu punya apa? Tentu yang pertama punya popularitas yang tinggi. Dibuktikan dengan surveinya SMRC dan IPO," ujar Mazdjo dalam kanal YouTube YouthTV Indonesia, dikutip Senin (24/8).

Kedua, ia memiliki basis pemilih terbesar di Indonesia, yaitu Jawa Barat, yang menjadi modal penting dalam kontestasi nasional.

Ketiga, gaya komunikasinya yang egaliter dan langsung kepada masyarakat dianggap sebagai kelebihan.

"Beda dengan Gubernur Jakarta mengurusi ibu kota Jakarta kerjanya banyak sekali, untuk elakukan hal seperti itu gak banyak waktu. Itu yang kelebihan daripada KDM," jelasnya.

Keempat, KDM piawai memainkan medianya sendiri dengan membuat konten, yang menurutnya sekaligus menjadi strategi hemat biaya kampanye.

"Kemudian juga dia dicitrakan sebagai pemimpin di lapangan dan sekarang angka elektoralnya sudah levelnya nasional," tandasnya.

Sebagai informasi, dalam survei elektabilitas calon presiden terbaru yang dirilis oleh  SMRC dan Indikator Politik Indonesia pada akhir Juli 2026, Dedi Mulyadi unggul atas Prabowo.

Baca Juga: Tangis Bahagia di Tenda Pengungsian, Dedi Mulyadi Langsung Keluarkan Gepok Uang

Dalam simulasi semi terbuka SMRC, Dedi menempati peringkat pertama dengan elektabilitas 35%, sedangkan Prabowo berada di posisi kedua dengan 14,5%. Dalam simulasi head to head, keunggulan Dedi melebar hingga 59% berbanding 28,3% untuk Prabowo. 

Indikator Politik Indonesia juga mencatat Dedi memimpin dalam simulasi elektabilitas. Meski tingkat pengenalan publik terhadap Prabowo lebih tinggi (98,8% vs 88,2%), tingkat kesukaan responden terhadap Dedi jauh lebih unggul, yakni 88,3% dibanding Prabowo yang hanya 68,1%.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya