Kredit Foto: Instagram/aniesbaswedan
Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, kembali mengklarifikasi pernyataannya yang sempat viral mengenai soal "angin tidak punya KTP".
Pernyataan ini ia sampaikan untuk merespons fenomena polusi udara yang selalu bergerak lintas wilayah tanpa batasan administratif.
Menurutnya, ia tetap berpendirian kalau pergerakan polusi udara mutlak mengikuti arah angin, baik dari luar daerah masuk ke perkotaan maupun melintasi batas negara.
"Ya, benar sekali. Saya kemarin komen angin tidak punya paspor. Soalnya ada berita tahun 2023 yang menulis 'Anies bilang angin tidak punya KTP'," ujar Anies meluruskan pernyataannya.
Anies menjelaskan bahwa ada perbedaan situasi polusi yang signifikan antara tahun 2023 dengan kondisi sekarang.
Pada tahun 2023, Jakarta berstatus sebagai penerima polusi. Selain bersumber dari 35 persen kendaraan bermotor dalam kota, polusi udara Jakarta sangat dipengaruhi oleh asap Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dari luar daerah yang terbawa angin.
Ia mencontohkan fenomena tingginya angka polusi di Jakarta pada pukul 02.00 WIB dini hari, meski volume kendaraan sedang sangat sepi.
"Pada saat itu angin dari arah Serang masuk ke Jakarta membawa asap cerobong PLTU. Makanya, alat pantau udara kita di Jagakarsa seringkali jauh lebih kotor polusinya dibandingkan di Bundaran HI," papar Anies.
Kini, kondisi pergerakan polusi berbalik. Anies menyoroti bahwa kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Indonesia menjadikan Indonesia sebagai sumber polusi yang asapnya terbawa angin melintasi batas negara ke wilayah tetangga.
"Sekarang situasinya sebaliknya. Kebakaran di Indonesia asapnya terbawa angin kena tetangga-tetangga kita, khususnya Malaysia. Bahkan, Singapura sekarang juga sudah mulai jaga-jaga," tegasnya.
Meski arah dan konteksnya berubah, Anies menekankan bahwa prinsip dasar pergerakan udara tetap sama. Solusi utama untuk mengatasi krisis kualitas udara ini bukanlah sekadar membatasi ruang pergerakannya, melainkan berfokus pada pengendalian emisi di hulu.
"Karena itulah penting bagi kita untuk mengendalikan sumber polusinya. Ada yang diistilahkan source dan non-source. Sumber-sumber polusi inilah yang harus dikendalikan dengan ketat," pungkas Anies.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat