Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Jelang Demo DPR 27 Agustus, Dugaan Intimidasi Massa Pati Makin Panas

Jelang Demo DPR 27 Agustus, Dugaan Intimidasi Massa Pati Makin Panas Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Rangkaian dugaan intimidasi terhadap massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) mencuat menjelang rencana demonstrasi di Gedung DPR RI pada 27 Agustus 2026. Gangguan tersebut disebut terjadi mulai dari pemblokiran rekening dan akun media sosial koordinator massa hingga penyerangan bus yang membawa peserta aksi menuju Jakarta.

Koordinator AMPB Botok mengatakan salah satu bus rombongan mereka diserang orang tidak dikenal saat melaju di jalan tol sekitar Karawang, Senin (24/8/2026). Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB ketika rombongan dalam perjalanan menuju Jakarta.

"Ada dua orang pakai masker, pakai jaket. Kita dilempar batu," kata Botok kepada awak media di Jakarta, Senin (24/8/2026).

Lemparan batu tersebut menyebabkan kaca depan bus retak. Serpihan kaca kemudian mengenai tiga orang, termasuk Botok, sehingga mereka mengalami luka ringan.

Botok menduga penyerangan tersebut berkaitan dengan rencana aksi AMPB di depan Gedung DPR RI. Namun, dia tidak menyebut pihak tertentu sebagai pelaku dan menyerahkan penilaian mengenai dugaan intimidasi tersebut kepada masyarakat.

"Nanti masyarakat aja yang menilai," ujarnya.

Insiden di jalan tol itu menjadi salah satu kejadian yang disebut AMPB sebagai gangguan menjelang aksi 27 Agustus. Sebelumnya, rekening dan akun media sosial Botok juga disebut mengalami pemblokiran ketika persiapan demonstrasi tengah dilakukan.

Pemblokiran tersebut turut mendapat perhatian karena Botok merupakan salah satu koordinator massa yang menggalang keberangkatan warga Pati ke Jakarta. AMPB sebelumnya telah menyiapkan keberangkatan rombongan untuk menyampaikan aspirasi di kompleks parlemen.

Gangguan juga disebut dialami warga Pati lainnya yang hendak bergabung dalam aksi. Beberapa bus yang sebelumnya telah dipesan untuk mengangkut massa dilaporkan tiba-tiba membatalkan keberangkatan secara sepihak.

Botok menduga pembatalan tersebut terjadi karena adanya intervensi pihak tertentu yang berupaya menghalangi warga Pati menuju Jakarta. Meski demikian, dugaan tersebut masih merupakan pernyataan dari pihak AMPB dan belum disertai identitas pihak yang disebut melakukan intervensi.

Sebelumnya, sebanyak 12 anggota AMPB telah berangkat dari Alun-alun Pati menuju Jakarta pada Kamis (21/8/2026). Rombongan tersebut menggunakan dua mobil dengan membawa logistik berupa beras dan mi instan untuk kebutuhan selama berada di Jakarta.

Baca Juga: Saham Bank Mandiri Ambles Terkena Dampak Pemblokiran Rekening Warga Pati

Setibanya di Jakarta, rombongan AMPB melakukan konsolidasi dengan aktivis lain yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Bersatu. Konsolidasi tersebut dilakukan untuk mematangkan persiapan aksi yang rencananya digelar di Gedung DPR RI pada Kamis (27/8/2026).

AMPB membawa sejumlah tuntutan dalam aksi tersebut. Salah satu tuntutan yang disampaikan adalah agar pemerintah segera mengesahkan RUU Perampasan Aset serta menerapkan hukuman mati bagi koruptor.

Dengan munculnya sejumlah gangguan tersebut, persiapan aksi AMPB menuju 27 Agustus kini menjadi sorotan. Penyerangan bus menjadi insiden paling serius karena telah menimbulkan korban luka, sementara dugaan pemblokiran rekening, akun media sosial, dan pembatalan bus masih menunggu penjelasan lebih lanjut dari pihak terkait.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama