Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.695 per Dolar AS Jelang Rilis Data Inflasi AS
Kredit Foto: Antara/Reno Esnir
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada pembukaan perdagangan Rabu (26/8/2026). Penguatan rupiah terjadi ketika dolar AS berada dalam tekanan menjelang rilis data inflasi dan munculnya sinyal kebijakan dari Federal Reserve (The Fed).
Mengutip data Bloomberg, rupiah dibuka di level Rp17.695 per dolar AS. Posisi tersebut menguat 28 poin atau 0,16 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp17.723 per dolar AS.
Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan penguatan rupiah turut ditopang oleh Fitch Ratings yang menilai target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6% pada 2027 lebih realistis dibandingkan ambisi pemerintah untuk mendorong pertumbuhan hingga 8% dalam jangka menengah, meski target tersebut masih berada di atas proyeksi Fitch.
"Fitch masih memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh sekitar 5% pada 2027. Terdapat sejumlah risiko yang dapat memengaruhi prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun depan," kata Ibrahim kepada wartawan.
Di sisi fiskal, kata Ibrahim, pemerintah menargetkan defisit anggaran 2027 sebesar 2,4% terhadap produk domestik bruto (PDB). Target tersebut lebih rendah dibandingkan target defisit 2026 sebesar 2,85% dan menunjukkan upaya pemerintah untuk tetap menjaga defisit di bawah batas legal 3% dari PDB.
"Fitch menilai konsolidasi fiskal dapat lebih sulit dipertahankan dibandingkan yang tercermin dalam target awal. Lembaga tersebut menyoroti pengalaman penyusunan anggaran sebelumnya, ketika target defisit yang semula ditetapkan lebih rendah kemudian direvisi naik untuk mengakomodasi tambahan belanja," kata dia.
Risiko serupa tidak dapat sepenuhnya dikesampingkan pada anggaran 2027. Tekanan belanja dapat muncul apabila kondisi ekonomi memburuk atau pemerintah perlu memberikan dukungan lebih besar kepada masyarakat.
Baca Juga: Rupiah Ditutup Melemah Rp17.721 Akibat Sentimen Negatif Pasar Terhadap Defiit Transaksi Berjalan
Baca Juga: Jelang Akhir Pekan, Rupiah Ditutup Menguat di Level Rp17.694 per USD
Asumsi makroekonomi dalam RAPBN 2027 cenderung optimistis. Selain pertumbuhan ekonomi 6%, pemerintah menggunakan asumsi nilai tukar sebesar Rp17.500 per dolar AS.
Sementara itu, penerimaan negara masih menjadi salah satu kendala struktural bagi kapasitas fiskal Indonesia. Sedangkan penerimaan negara pada 2027 diperkirakan berada sedikit di atas 12% PDB.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: