Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Soal Gempa NTT, Prabowo: Saya Memang Sengaja Tidak Mau Datang di Awal Karena...

Soal Gempa NTT, Prabowo: Saya Memang Sengaja Tidak Mau Datang di Awal Karena... Kredit Foto: YouTube Sekretariat Presiden
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto mengungkap alasan dirinya tidak langsung mendatangi Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah wilayah tersebut diguncang gempa besar. Keputusan itu ternyata diambil secara sengaja agar penanganan bencana di lapangan tidak terganggu oleh kedatangan pejabat pusat.

Prabowo menjelaskan, kehadiran pejabat dari pemerintah pusat di lokasi bencana tidak selalu membuat penanganan menjadi lebih efektif. Ia justru ingin setiap instansi yang sudah ditugaskan dapat berkonsentrasi memberikan pelayanan dan bantuan kepada masyarakat.

"Memang sengaja saya di awal-awal saya tidak mau datang karena saya mau beri kesempatan semua instansi melayani rakyat langsung. Kadang-kadang kalau pejabat pusat datang, terpecah konsentrasi," kata Prabowo saat rapat penanganan gempa di Nagekeo, NTT, Kamis (27/8/2026).

Baca Juga: PDIP: Jokowi Bereaksi saat Gibran Disuruh Mundur, tapi Diam soal Prabowo Jatuh Sebelum 2029

Meski tidak langsung datang ke lokasi, Prabowo memastikan pemerintah pusat tetap memantau perkembangan kondisi NTT. Bantuan juga disebut langsung dikerahkan untuk membantu masyarakat terdampak gempa.

Menurutnya, kunjungan pejabat tidak akan banyak berarti apabila hanya dilakukan untuk melihat kondisi tanpa diikuti kemampuan mengatasi persoalan maupun mengirimkan bantuan yang dibutuhkan.

"Kalau kita datang, terus hanya lihat, tapi nggak bisa mengatasi, nggak bisa kirim bantuan, ya itu akhirnya kurang efektif," ujar Prabowo.

Dalam kunjungannya kali ini, Prabowo memimpin rapat penanganan bencana di sebuah tenda yang didirikan di tanah lapang. Rapat tersebut diikuti sejumlah menteri dan kepala lembaga yang terlibat dalam penanganan gempa NTT.

Baca Juga: Said Didu: Jokowi Tidak Rela Serahkan Kekuasaan ke Siapapun, Termasuk Prabowo

Sejumlah pejabat yang hadir antara lain Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, hingga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Suharyanto.

Gempa berkekuatan 7,7 magnitudo sebelumnya mengguncang NTT pada Sabtu (15/8/2026). Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Rabu, 26 Agustus 2026, jumlah korban meninggal dunia telah mencapai 105 jiwa.

Dari jumlah tersebut, 48 orang meninggal akibat terdampak langsung gempa. Sementara 57 lainnya meninggal dalam penanganan pascabencana, termasuk karena sakit di pengungsian, faktor usia lanjut, anak-anak, serta trauma.

Selain korban meninggal, sebanyak 1.678 orang dilaporkan mengalami luka-luka. Jumlah warga yang mengungsi juga telah mencapai 185.131 jiwa, baik yang berada di posko darurat maupun mengungsi secara mandiri.

Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur menjadi wilayah dengan jumlah korban serta kerusakan terbesar. Setelah itu, Kabupaten Nagekeo juga menjadi salah satu daerah yang terdampak cukup signifikan.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri