Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Media Televisi Iran Tebar Video Ancaman untuk Barron Trump, Rp 177 Miliar Ditawarkan untuk Penangkapannya

Media Televisi Iran Tebar Video Ancaman untuk Barron Trump, Rp 177 Miliar Ditawarkan untuk Penangkapannya Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Media pemerintah Iran menyiarkan video yang berisi ancaman terhadap Barron Trump, putra bungsu Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Dalam video tersebut, media yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengklaim mengetahui pergerakan Barron hingga sistem pengamanannya.

Video itu disiarkan melalui Saluran 3 televisi pemerintah Iran pada awal pekan ini. Rekaman tersebut diberi judul "Di mana dan bagaimana kita harus membunuh Barron Trump?" dan menyebut hadiah US$10 juta atau sekitar Rp177 miliar bagi pihak yang menangkapnya.

Dilansir Euronews, Rabu (26/8/2026), rekaman itu memperlihatkan lokasi universitas Barron, kendaraan pengawalnya, serta posisi personel Secret Service. Media Iran bahkan mengklaim pergerakan putra bungsu Trump telah dipantau secara menyeluruh.

Video tersebut juga menyebut seorang perempuan berusia 20 tahun berhasil melewati pengamanan Secret Service. Perempuan itu diklaim pernah duduk bersama Barron dalam pertemuan pribadi dan memberikan informasi kepada pembuat program tersebut.

Siaran terbaru itu bukan ancaman pertama yang ditujukan kepada keluarga Trump. Pada Juli lalu, kantor berita Tasnim yang berafiliasi dengan IRGC juga merilis video berjudul "Di mana dan bagaimana Melania Trump dapat diakses?" yang membahas aktivitas Ibu Negara AS di New York serta dugaan celah keamanannya.

Ancaman tersebut kini mendapat perhatian Secret Service. Juru bicara Secret Service Nate Herring mengatakan pihaknya mengetahui video tersebut dan tengah menyelidiki materi yang berpotensi menjadi ancaman terhadap orang-orang yang dilindungi.

“Dinas Rahasia AS mengetahui video tersebut dan sedang menyelidiki segala sesuatu yang dapat dianggap sebagai ancaman terhadap orang-orang yang kami lindungi,” kata Herring.

Sejak tewasnya Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari, media pemerintah Iran beberapa kali menerbitkan materi yang mengancam Trump dan keluarganya. Situasi itu membuat keamanan keluarga presiden AS kembali menjadi sorotan.

Baca Juga: Ketua Parlemen Iran Ejek Trump: 'Make America Hungry Again'

Secret Service sendiri sedang berada di bawah pengawasan ketat setelah sejumlah insiden keamanan yang melibatkan Trump. Pada Selasa (25/8), tiga pejabat non-penegak hukum di lembaga tersebut juga diberhentikan sementara sambil menunggu penyelidikan terkait dugaan pelanggaran.

Media AS melaporkan salah satu pejabat yang ditangguhkan adalah Direktur Komunikasi Secret Service Anthony Guglielmi. Namun, Secret Service belum mengonfirmasi laporan tersebut maupun alasan resmi di balik penangguhan ketiga pejabat tersebut.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy