Kredit Foto: Antara/Galih Pradipta
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak terbatas pada perdagangan Kamis (27/8/2026). Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG berada dalam rentang 6.350 hingga 6.450.
Proyeksi tersebut muncul di tengah sentimen eksternal yang cenderung menekan pasar. Bursa saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Rabu (26/8/2026), setelah data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) Juli 2026 menunjukkan angka sedikit lebih tinggi dari perkiraan.
Inflasi PCE tercatat sebesar 3,7% secara tahunan (year-on-year/YoY) pada Juli 2026. Angka tersebut berada di atas konsensus pasar sebesar 3,6%.
Di sisi lain, ekonomi AS tumbuh 1,5% pada kuartal II 2026. Pertumbuhan tersebut melambat dibandingkan kuartal sebelumnya yang mencapai 2,1%, meski masih sesuai dengan perkiraan pasar.
Data inflasi yang lebih tinggi dari ekspektasi turut memengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed). Berdasarkan CME FedWatch Tool per 26 Agustus 2026, probabilitas The Fed mempertahankan suku bunga pada pertemuan September meningkat menjadi hampir 64%.
Rupiah dan Komoditas Jadi Perhatian
Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) akan memperkuat pengawasan lalu lintas devisa dengan memanfaatkan teknologi pengawasan. Kebijakan tersebut menjadi salah satu perkembangan yang turut dicermati pelaku pasar.
Sementara itu, pergerakan harga komoditas global menunjukkan hasil beragam. Harga minyak mentah Brent ditutup melemah tipis di level US$87 per barel.
Baca Juga: IHSG Dibayangi Koreksi, Demo dan Sentimen Global Jadi Perhatian Investor
Baca Juga: BEI Beri SP1 kepada 106 Emiten yang Belum Sampaikan Laporan Keuangan per 30 Juni 2026
Baca Juga: Jelang Demo 27 Agustus, IHSG Berpotensi Tertekan Aksi Profit Taking
Imbal hasil surat utang pemerintah AS bertenor 10 tahun (U.S. 10-year Treasury yield) juga meningkat 1 basis poin menjadi 4,649%. Kenaikan yield ini dapat menjadi perhatian investor karena berpengaruh terhadap daya tarik aset berisiko, termasuk saham.
Tekanan juga datang dari harga emas. Emas spot ditutup turun 1,4% ke level US$4.592 per troy ounce pada perdagangan 26 Agustus 2026.
Dengan mempertimbangkan berbagai sentimen tersebut, Phintraco Sekuritas memperkirakan ruang pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini masih terbatas, dengan kisaran 6.350–6.450.
Untuk perdagangan hari ini, Phintraco Sekuritas turut merekomendasikan sejumlah saham pilihan, yakni PT Astra International Tbk (ASII), PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL), PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA), dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: